Terkait kemungkinan tambahan anggaran subsidi energi, Bahlil menyebut pemerintah hingga saat ini belum menghitung secara pasti besaran kenaikannya. Menurutnya, perhitungan tersebut masih menunggu perkembangan harga minyak dunia.
"Sampai dengan sekarang, kita belum menghitung secara pasti tentang anggaran subsidi, kenaikan subsidi," ujar Bahlil.
Bahlil menjelaskan bahwa rata-rata harga minyak sejak Januari hingga saat ini masih berada di bawah USD70 per barel. Namun, kata Bahlil, dalam beberapa hari terakhir sempat mengalami kenaikan hingga kisaran USD80-USD90, bahkan sempat menyentuh USD112.
"Sebab, sampai dengan kemarin saya hitung, angka rata-rata dari Januari sampai dengan sekarang, itu belum melampaui USD70 per barel. Karena kemarin kan di bawah USD70. Nah, kemudian naik beberapa hari ini menjadi USD80-USD90, ada yang USD112 per barel. Sekarang sudah turun lagi kan di bawah USD100. Nanti kita lihat lah, kita exercise perkembangannya," tutur Bahlil.
(Rahmat Fiansyah)