AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24935.43
-0.07%
-16.92
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Stok Minyak Goreng Aman Jelang Nataru, GIMNI: Cukup untuk Konsumsi 1,5 Bulan

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti
Minggu, 05 Desember 2021 12:45 WIB
Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) ungkap stok minyak goreng jelang Nataru terpantau cukup, berkisar 325 ribu kiloliter.
Stok Minyak Goreng Aman Jelang Nataru, GIMNI: Cukup untuk Konsumsi 1,5 Bulan(Dok.MPI)
Stok Minyak Goreng Aman Jelang Nataru, GIMNI: Cukup untuk Konsumsi 1,5 Bulan(Dok.MPI)

IDXChannel –  Selain itu Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengungkapkan stok minyak goreng menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) berkisar 325 ribu kiloliter. Menurutnya, jumlah tersebut cukup untuk 1,5 bulan konsumsi.

“Stok minyak goreng menjelang Natal ini berkisar 325 ribu kilo liter. Dan jumlah ini mencukupi 1,5 bulan konsumsi,” jelas dia.

Seperti diinformasikan sebelumnya, soal kenaikan harga minyak goreng hal tersebut diprediksi akan tetap berlangsung hingga kuartal I-2022. 

Sebagai informasi, kenaikan harga minyak goreng ternyata disebabkan oleh beberapa faktor. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyebutkan, faktor pertama penyebab harga minyak goreng meroket ialah adanya penurunan pasokan bahan baku minyak goreng.

“Terjadi penurunan produksi crude palm oil (CPO) dari Malaysia 8%. Kemungkinan produksi CPO di Indonesia akan turun dari target 49 juta ton mungkin hanya akan hasilkan 47 juta ton,” ujar Oke dalam webinar INDEF, Rabu (24/11/2021) lalu. 

Sementara itu pihak GIMNI tidak memonitoring harga minyak goreng yang ada di pasaran. Namun, menurut data PIHPS, harga minyak goreng curah mencapai Rp 17.700 per kg, minyak goreng kemasan bermerk I Rp19.299 per kg dan minyak goreng kemasan bermerk II Rp18.800 per kg.

“Kami dari GIMNI tidak monitoring harga pasar...jadi tidak bisa komentar,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia di Jakarta, Minggu (5/12/2021).

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD