AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Stok Terkendali, Realisasi Batu Bara Capai 93,16 Metrik Ton hingga Oktober 2021

ECONOMICS
Athika Rahma
Rabu, 24 November 2021 17:57 WIB
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi pasokan batu bara untuk pembangkit listrik di dalam negeri mencapai 93,16 juta metrik ton.
Stok Terkendali, Realisasi Batu Bara Capai 93,16 Metrik Ton hingga Oktober 2021. (Foto: MNC Media)
Stok Terkendali, Realisasi Batu Bara Capai 93,16 Metrik Ton hingga Oktober 2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi pasokan batu bara untuk pembangkit listrik di dalam negeri mencapai 93,16 juta metrik ton hingga Oktober 2021. Angka tersebut setara dengan 92,59 persen dari rencana konfirmasi pasokan batu bara sebesar 100,6 juta metrik ton.

"Alhamdulillah untuk batu bara sampai Oktober terkendali, dan insya Allah sampai tahun ini juga terkendali," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana, dalam Grand Launching Badan Logistik dan Rantai Pasok KADIN Indonesia, Rabu (24/11/2021).

Secara rinci, mengutip paparan Rida, realisasi tersebut disalurkan sebanyak 33,29 juta dari PKP2B Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara), 4,29 juta ton dari IUPK-OP (Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi), 11,44 juta dari BUMN dan 43,35 juta dari gabungan IUP PMA (Penanaman Modal Asing, IUPK OP dan IUPK OPK.

Semantara berdasarkan lokasinya, pasokan batu bara hingga Oktober didominasi dari Maluku dan Papua dengan jumlah 95,574 juta metrik ton, Jawa Bali sebesar 67,74 metrik ton dan Sumatera sebsar 14,26 juta metrik ton.

Rida mengatakan, pihaknya akan terus memastikan pasokan batu bara untuk kebutuhan listrik terus terpenuhi. Meski ada rencana transisi energi ke energi hijau, tak dipungkiri batu bara masih sangat dibutuhkan karena listrik di Indonesia masih menggunakan komoditas ini dengan porsi 65 persen.

"Kita juga sampai berkantor di PLN untuk memastikan pasokan batu bara. Akan sangat lucu kalau ekspor batu bara jalan tapi listrik dalam negeri macet. Makanya kita sempat meminta stop ekspor, penuhi dulu kebutuhan dalam negeri," ujarnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD