AALI
8475
ABBA
220
ABDA
6050
ABMM
4270
ACES
615
ACST
186
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
740
ADMF
8300
ADMG
169
ADRO
4100
AGAR
294
AGII
2220
AGRO
600
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
103
AIMS
240
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1405
AKSI
322
ALDO
670
ALKA
288
ALMI
388
ALTO
170
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.27
-0.05%
-0.27
IHSG
7076.62
0.02%
+1.24
LQ45
1010.69
-0.09%
-0.95
HSI
18017.54
-0.39%
-70.43
N225
27311.30
0.7%
+190.77
NYSE
14262.03
-0.4%
-57.47
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,192
Emas
842,074 / gram

Studi Ungkap Gejala Omicron Lebih Pendek Dua Hari dari Delta

ECONOMICS
Kevi Laras
Jum'at, 08 April 2022 11:55 WIB
Penelitian yang menguji warga di Inggris mengungkapkan penyakit yang disebabkan oleh varian Omicron rata-rata sekitar dua hari lebih pendek daripada Delta.
Studi Ungkap Gejala Omicron Lebih Pendek Dua Hari dari Delta
Studi Ungkap Gejala Omicron Lebih Pendek Dua Hari dari Delta

IDXChannel - Penelitian yang menguji warga di Inggris mengungkapkan penyakit yang disebabkan oleh varian Omicron rata-rata sekitar dua hari lebih pendek daripada varian Delta. Di mana warga yang diuji telah melakukan vaksinasi Covid-19.

“Penyajian gejala yang lebih pendek menunjukkan menunggu konfirmasi dari studi viral load bahwa periode penularan mungkin lebih pendek. Berdampak pada kebijakan kesehatan di tempat kerja dan panduan kesehatan masyarakat,” tulis para penulis penelitian dilansir Reuters, Jumat (8/4/2022).

Dalam penelitian ini melibatkan aplikasi Zoe Covid  yang mengumpulkan data tentang gejala yang dilaporkan sendiri. Penelitian ini juga menemukan bahwa infeksi Omicron yang bergejala 25% lebih kecil kemungkinannya, untuk dirawat di rumah sakit daripada di kasus Delta.

Sementara tingkat keparahan Omicron, lebih rendah telah diketahui.Uniknya penelitian ini dalam analisis rincinya dan mengoreksi distorsi yang disebabkan oleh perbedaan status vaksinasi dengan melihat sukarelawan yang divaksinasi saja.

Dalam pelaksanaannya, para peneliti di King's College London menganalisis dua set data dari 1 Juni hingga 27 November 2021, ketika varian Delta menyumbang lebih dari 70% kasus, dan dari 20 Desember 2021 hingga 17 Januari 2022, ketika Omicron lebih dari 70% lazim.

Terdapat jumlah pasien hampir 5.000 di setiap kelompok, lalu dicocokkan dan dibandingkan 1:1 dengan orang dengan usia, jenis kelamin, dan dosis vaksinasi yang sama di kelompok lain. Hasilnya durasi gejala Omicron relatif lebih pendek terhadap Delta lebih jelas pada mereka yang mendapat tiga dosis vaksin. 

Gejala berlangsung rata-rata 7,7 hari selama periode yang didominasi Delta, dan hanya 4,4 hari, atau 3,3 hari lebih sedikit, selama periode Omicron. Di antara mereka hanya menerima dua dosis vaksin, gejala dari Delta berlangsung selama 9,6 hari dan 8,3 hari dari Omicron, perbedaan hanya 1,3 hari.

Tambahan informasi, studi ini diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet pada hari Kamis dan akan dipresentasikan pada Kongres Eropa Mikrobiologi Klinis dan Penyakit Menular akhir bulan April. Sedangkan, apikasi Studi Zoe Covid, sebelumnya dikenal sebagai Aplikasi Studi Gejala Covid mengumpulkan data tentang gejala yang dilaporkan sendiri (pengguna).

(NDA) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD