AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Subsidi Kecil, Harga BBM di Malaysia Kok Bisa Lebih Murah?

ECONOMICS
Dede Febriansyah
Rabu, 10 Agustus 2022 15:27 WIB
Perlu diketahui sebagian besar harga Gasoline dengan kadar oktan 95 di beberapa negara penghasil minyak jauh lebih kecil dari harga yang ada di Indonesia.
Subsidi Kecil, Harga BBM di Malaysia Kok Bisa Lebih Murah? (Foto: MNC Media)
Subsidi Kecil, Harga BBM di Malaysia Kok Bisa Lebih Murah? (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pengamat kebijakan publik Bambang Haryo Soekartono mengungkapkan harga bahan bakar minyak (BBM) di Malaysia jauh lebih murah dibandingkan Indonesia. Padahal negeri Jiran tersebut memberikan subsidi yang lebih kecil.

"Untuk membuktikan pernyataan Dirut Pertamina, saya meluncur ke Malaysia dan terungkap fakta bahwa harga BBM di Malaysia jauh lebih murah dan subsidinya lebih kecil dari Pertamina di Indonesia. Rupanya Menteri BUMN terlalu sibuk diluar BUMN sehingga tidak memonitor apa yang dikomentari Dirut Pertamina di media," ujar Bambang Haryo di Palembang, Rabu (10/8/2022).

Ia menjelaskan, Petronas sebagai perusahaan migas andalan Malaysia turut bergantung terhadap impor dari Saudi Arabia, Brazil, Australia, Amerika, hingga United Arab Emired (UAE). Hal ini pun membantah pernyataan bahwa Petronas mampu memproduksi minyak secara mandiri tanpa impor.

"Perlu diketahui sebagian besar harga Gasoline dengan kadar oktan 95 di beberapa negara penghasil minyak jauh lebih kecil dari harga yang ada di Indonesia, misalnya Venezuela harga 0,022 USD atau setara dengan Rp299 dengan jumlah penduduk 28 juta. Kemudian Libya dengan harga 0.031 USD atau setara dengan Rp463. Iran 0,053 USD setara dengan Rp792, Malaysia 0,46 USD setara dengan Rp6.881, Irak 0,51 USD setara dengan Rp7.690," ungkapnya.

Halaman : 1 2 3
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD