AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19610.84
-1.96%
-392.60
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
0.00
-100%
-15305.80
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Sukses Revitalisasi Sarinah, Erick Thohir Ingin Lakukan Hal Serupa di Kota Tua

ECONOMICS
Heri Purnomo
Senin, 27 Juni 2022 02:55 WIB
Erick menyampaikan visinya untuk mengubah kawasan tersebut agar lebih bermanfaat dan lebih maksimal, seperti halnya yang telah dilakukan di Gedung Sarinah.
Sukses Revitalisasi Sarinah, Erick Thohir Ingin Lakukan Hal Serupa di Kota Tua (foto: MNC Media)
Sukses Revitalisasi Sarinah, Erick Thohir Ingin Lakukan Hal Serupa di Kota Tua (foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengunjungi Kawasan Kota Tua, di Jakarta, Minggu (26/6/2022). Dalam kunjungan tersebut, Erick menyampaikan visinya untuk mengubah kawasan tersebut agar lebih bermanfaat dan lebih maksimal, seperti halnya yang telah dilakukan di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat. 

"Jika Sarinah mampu kita ubah, Kota Tua juga harus bisa. Jika Sarinah kini menjadi daya tarik dan ikon baru Jakarta, maka Kota Tua juga akan hadir dengan impresi berbeda," ujar Erick, dalam keterangan resminya, Minggu (26/6/2022).

Di kawasan seluas 1,3 km persegi yang juga disebut dengan sebutan Batavia Lama (Oud Batavia) dan terdapat beberapa gedung milik BUMN, Erick mengatakan bahwa di kawasan Kota Tua sendiri masih banyak hal yang bisa dimaksimalkan. 

"Saya tertarik dan terinspirasi melihat bangunan di sekitar Kota Tua ini. Aset-aset bersejarah ada yang sudah dimanfaatkan dengan baik, seperti PosBloc di Pasar Baru untuk UMKM, produk lokal, seni dan budaya”, tutur Erick.

Tak hanya Sarinah, Erick juga mencontohkan upaya revitalisasi yang dilakukan di Gedung Filateli Pos, yang kini telah menjadi Pos Bloc, di kawasan Pasar Baru, Jakarta.

“Apalagi ada gedung-gedung milik BUMN, seperti Bank Mandiri, Jasindo, Kerta Niaga, atau Cipta Niaga. Ini masih belum maksimal penggunaannya," ungkap Erick, saat berkeliling di kawasan yang selesai dibangun pada tahun 1650 itu.

Merujuk pada renovasi terhadap Gedung Sarinah yang dilakukan Kementerian BUMN sehingga gedung yang berdiri sejak 15 Agustus 1966 itu kini menjadi pusat perbelanjaan berstatus cagar budaya dengan konsep urban forest yang mengutamakan outdoor space di jantung ibu kota.

Selain itu, Erick juga ingin Kawasan Kota Tua mengalami transformasi serupa. Terlebih, nilai historis Kota Tua jauh lebih kental seiring dengan pembentukan kota Jakarta sebagai ibukota negara.

"Apalagi tak jauh dari sini, ada eks Gedung Arsip Nasional. Insyaa allah, tahun depan kita akan coba sinergikan dengan pembangunan kota tua secara menyeluruh," pungkasnya. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD