Ahmed juga menegaskan, penghapusan dua nol tidak serta-merta memperbaiki kondisi ekonomi nasional. “Pengurangan nol ini bukan berarti ekonomi membaik, tetapi hanya mempermudah penggunaan mata uang,” katanya.
Dia menambahkan pemulihan ekonomi bergantung pada peningkatan produksi, penurunan pengangguran, dan penguatan sektor perbankan. “Bank adalah urat nadi ekonomi, tanpa sistem perbankan yang sehat, pertumbuhan sulit tercapai,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Bank Sentral Suriah Abdul Qader Hosriya mengatakan, proses penukaran uang akan berlangsung selama 90 hari dan dapat diperpanjang. Dia mengatakan, bank sentral diberi kewenangan penuh untuk mengatur tenggat waktu dan lokasi penukaran uang lama.
“Proses penukaran akan dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan kepanikan,” ujarnya.
Nilai tukar pound Suriah sebelumnya anjlok tajam sejak perang saudara pecah pada 2011. Dari sekitar 47 pound per dolar AS pada 2011, nilainya sempat menyentuh level 25.000 pound per dolar AS pada 2024. Saat ini, mata uang tersebut diperdagangkan di kisaran 11.000 pound per dolar AS, sehingga warga harus membawa uang tunai dalam jumlah besar untuk transaksi harian.