IDXChannel - Surplus perdagangan China turun jauh lebih besar dari yang diperkirakan pada Maret 2026.
Dilansir dari Investing pada Selasa (14/4/2026), surplus perdagangan China terpukul oleh peningkatan impor yang tinggi, didorong permintaan chip kecerdasan buatan (AI) yang besar.
Pertumbuhan ekspor China juga melambat tajam bulan lalu. Perang oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel di Iran mengguncang perdagangan global.
Menurut data lembag bea cukai, surplus perdagangan China turun menjadi USD51,13 miliar atau sekitar Rp876 triliun pada Maret.
Angkanya lebih lemah dari ekspektasi pasar sebesar USD107,50 miliar, dan turun tajam dari surplus sebesar USD213,62 miliar yang dicatat pada bulan sebelumnya.
Ekspor China hanya tumbuh 2,5 persen year-on-year pada Maret, meleset dari ekspektasi pasar sebesar 8,3 persen. Ini merupakan laju pertumbuhan ekspor China yang paling lambat sejak awal 2025.
Di sisi lain, impor China melonjak 27,8 persen pada Maret, melampaui ekspektasi pasar sebesar 11,1 persen. (Wahyu Dwi Anggoro)