IDXChannel - Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Januari 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat.
Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 yang berada pada level optimis sebesar 127,0, lebih tinggi dari IKK bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 123,5.
Meningkatnya keyakinan konsumen tersebut bersumber dari keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ke depan yang berada pada level optimistis dan meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masing-masing tercatat sebesar 115,1 dan 138,8.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen pada Januari 2026 meningkat pada seluruh kelompok pengeluaran, kecuali kelompok Rp4,1-Rp5 juta yang mengalami penurunan indeks menjadi sebesar 124,2.
Berdasarkan kelompok usia, peningkatan IKK terjadi pada sebagian besar kelompok usia dengan indeks tertinggi tercatat pada responden usia 20-30 tahun (134,2).
Secara spasial, IKK mengalami peningkatan di mayoritas kota yang disurvei, terutama di Semarang, Palembang, dan Padang.
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE)
Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini meningkat, tecermin dari IKE Januari 2026 sebesar 115,1, lebih tinggi dibandingkan dengan 111,4 pada bulan sebelumnya.
Meningkatnya IKE bersumber dari kenaikan seluruh komponen pembentuknya yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) sebesar 123,7; Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) sebesar 109,9; dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) sebesar 111,8.
Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK)
Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari IEK Januari 2026 sebesar 138,8, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 135,6.
Kenaikan IEK Januari 2026 bersumber dari peningkatan Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) yang tercatat masing-masing sebesar 146,0 dan 135,3, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 140,8 dan 130,8.
Sementara itu, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) tercatat stabil dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 135,1.
Persepsi responden terhadap ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan mengalami peningkatan pada kelompok pengeluaran Rp1-Rp3 juta dan lebih besar dari Rp5 juta.
Berdasarkan kelompok usia, ekspektasi penghasilan meningkat pada seluruh kelompok, kecuali kelompok usia 51-60 tahun yang
mengalami penurunan indeks menjadi sebesar 128,2.
Selanjutnya, persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan (IKLK) saat ini meningkat. Berdasarkan tingkat pendidikan, seluruh kelompok mengalami peningkatan indeks, dengan indeks tertinggi tercatat pada kelompok sarjana (120,4). IKLK juga meningkat pada sebagian besar kelompok usia, meskipun kelompok usia di atas 51 tahun masih berada pada zona pesimistis.
(NIA DEVIYANA)