AALI
8050
ABBA
222
ABDA
0
ABMM
805
ACES
1340
ACST
222
ACST-R
0
ADES
1825
ADHI
865
ADMF
8100
ADMG
154
ADRO
1290
AGAR
404
AGII
1190
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
300
AHAP
65
AIMS
374
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3130
AKSI
476
ALDO
735
ALKA
234
ALMI
242
ALTO
374
Market Watch
Last updated : 2021/06/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.88
0.99%
+4.52
IHSG
6087.84
1.53%
+91.59
LQ45
868.47
1.11%
+9.54
HSI
28309.76
-0.63%
-179.24
N225
28884.13
3.12%
+873.20
NYSE
16411.98
1.66%
+268.03
Kurs
HKD/IDR 1,852
USD/IDR 14,400
Emas
823,703 / gram

Tak Ada Lagi Isolasi Covid di Hotel, Ini Penjelasan Satgas

ECONOMICS
Binti Mufarida/Sindonews
Jum'at, 11 Juni 2021 10:21 WIB
Pemerintah mulai 15 Juni 2021 tidak lagi memberikan fasilitas hotel sebagai tempat isolasi pasien covid-19. 
Tak Ada Lagi Isolasi Covid di Hotel, Ini Penjelasan Satgas (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah mulai 15 Juni 2021 tidak lagi memberikan fasilitas hotel sebagai tempat isolasi pasien covid-19. 

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, dr. Alexander K. Ginting menegaskan bahwa penghentian itu bukan berarti pemutusan hubungan dalam penanganan Covid-19 pusat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Jadi perlu diluruskan bahwa penghentian itu bukan berarti pemutusan hubungan (penanganan Covid-19 antara pusat dan DKI Jakarta),” tegas Alex dalam keterangannya, Jumat (11/6/2021).

Alex menjelaskan bahwa penghentian itu karena ketersediaan anggaran dan pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan. Dan saat ini sedang diajukan ulang dalam hal ini oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Jadi penghentian itu lebih ke dalam soal tersedianya anggaran yang dalam hal ini didukung oleh pemerintah pusat oleh Kementrian Keuangan yang harus memang kita ajukan ulang lagi. Jadi anggaran yang sudah habis tentu perlu ada waktu untuk bisa mengajukannya ulang,” tegasnya.

Oleh karenanya, Alex mengatakan sebagaimana disampaikan oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat Bencana BNPB, Dodi Ruswandi, bahwa terputusnya anggaran ini mengakibatkan pembiayaan hotel sementara akan berakhir per 15 Juni 2021.

Alex pun memastikan para pasien dan juga tenaga kesehatan yang sedang melakukan isoman dikelola dengan baik.

“Dan masa transisi ini tentu akan ada penyelesaian-penyelesaian supaya nanti pasien yang ada di isolasi mandiri yang ada di hotel termasuk juga tenaga kesehatan yang juga ada di hotel ini masih di dikelola dengan baik. Karena kedua ini cukup penting dalam penanggulangan Covid-19,” katanya.  

Alex pun menjelaskan siapa saja yang melakukan isoman di hotel. “Jadi pasien isolasi mandiri adalah outcome dari hasil tracking, testing yang dilaksanakan di tingkat PPKM skala mikro. Dan kebetulan mungkin rumah yang disiapkan RT dan RW tidak memadai maka harus masuk ke isolasi mandiri yang disiapkan hotelnya oleh BNPB,” jelasnya.

“Termasuk juga nakes. Nakes juga close kontak, mereka adalah perawat, dokter yang bekerja di rumah sakit rujukan Covid. Jadi mereka tidak diperkenankan pulang ke rumah masing-masing, karena kalau pulang ke rumah tentu nanti mereka sebagai kontak erat akan menularkan mereka yang ada di rumah masing-masing. Sehingga, pemerintah mengambil kebijakan untuk menyiapkan tempat domisili ataupun Hotel bagi nakes,” papar Alex.

Saat ini, kata Alex, ada 16 hotel untuk nakes dan 15 hotel untuk isoman pasien gejala ringan tanpa komorbid. 

“Dan untuk itu ada 16 Hotel untuk tenaga kesehatan, 15 Hotel untuk isolasi mandiri pasien gejala ringan tanpa komorbid. Dan ini, selama ini sudah dikerjakan oleh Satgas bersama-sama dengan Pemda DKI,” katanya.

Alex menegaskan untuk sementara waktu, sambil melakukan pelaporan kepada Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan harus diambil alih oleh Pemda DKI. 

“Karena mereka tidak boleh terlantar. Nakes tidak boleh sama sekali terlantar. Harus tetap ada tempat bagi mereka untuk bisa istirahat. Demikian juga pasien isolasi mandiri yang gejala yang ringan dan kemudian tidak punya komorbid,” tegasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD