IDXChannel - Pemerintah terus mendorong upaya percepatan transisi energi terbarukan, yang di antaranya telah disusun melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025 hingga 2034.
Dokumen perencanaan strategis dalam 10 tahun ke depan tersebut memuat proyeksi kebutuhan listrik, berikut rencana pengembangan pembangkit, transmisi, dan distribusi di Indonesia, yang disusun oleh PT PLN (Persero) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM).
Tak hanya berkutat pada penambahan kapasitas yang dihasilkan, upaya pengembangan juga menyasar pada pengembangan sejumlah sumber energi alternatif, misalnya saja Pembangkit Listrik Tenaga Angin/Bayu (PLTB), dan juga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
"Pengembangan sistem tenaga listrik yang semakin variatif ini tentu penting, seiring dengan makin meningkatnya kebutuhan listrik, terutama di sektor industri dan juga infrastruktur digital," ujar Managing Director PT Wärtsilä Indonesia, Ossi Ylinen, dalam keterangan resminya, Rabu (23/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Ylinen di sela kehadirannya dalam gelaran Enlit Asia 2026 x MKI Electricity Connect, di Jakarta, yang mengulas terkait peta jalan dalam membangun sistem tenaga listrik yang tangguh, di mana faktor penentunya tidak semata-mata terkait dengan kapasitas pembangkit yang memadai, melainkan juga soal fleksibilitas jaringan.