Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Indonesia mencatat 7,45 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Angka tersebut meningkat 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 630,41 juta perjalanan atau tumbuh 2,71 persen.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap aktivitas rekreasi dan pengalaman wisata masih terbuka lebar. Pemerintah pun melihat sektor tersebut sebagai salah satu peluang untuk mendorong pariwisata yang tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas pengalaman wisatawan.
Ni Luh mengatakan lebih dari 60 persen wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia masih berasal dari kawasan Asia. Karena itu, pemerintah memperkuat strategi pemasaran ke pasar Asia dan Oseania di tengah situasi geopolitik global yang penuh tantangan.
Menurutnya, pariwisata berkualitas harus mampu memberikan pengalaman yang bermakna, memperpanjang lama tinggal wisatawan, meningkatkan belanja wisata, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Pembangunan atraksi wisata harus mengedepankan kualitas, keselamatan, keberlanjutan, aksesibilitas, dan pengalaman wisata yang inklusif," katanya.