AALI
9925
ABBA
400
ABDA
6500
ABMM
1555
ACES
1275
ACST
236
ACST-R
0
ADES
3050
ADHI
1085
ADMF
7800
ADMG
195
ADRO
1925
AGAR
330
AGII
1485
AGRO
2240
AGRO-R
0
AGRS
187
AHAP
71
AIMS
440
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1070
AKRA
4290
AKSI
400
ALDO
960
ALKA
240
ALMI
246
ALTO
262
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
504.74
-0.54%
-2.76
IHSG
6603.80
0.02%
+1.23
LQ45
945.59
-0.48%
-4.58
HSI
23996.87
0.06%
+13.21
N225
28860.62
1.42%
+405.02
NYSE
0.00
-100%
-16591.97
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,343
Emas
824,868 / gram

Tanggapi Protes THR PNS Tidak Penuh, Korpri: Mau Penuhi Kebutuhan atau Gaya Hidup?

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Jum'at, 07 Mei 2021 21:35 WIB
Cukup atau tidaknya THR sangat bergantung pada penggunaannya.
Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Zudan Arif Fakrullah mengatakan bahwa soal cukup dan tidaknya THR adalah sesuatu yang relatif.
Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Zudan Arif Fakrullah mengatakan bahwa soal cukup dan tidaknya THR adalah sesuatu yang relatif.

IDXChannel - Muncul petisi yang memprotes kecilnya tunjangan hari raya (THR). Hal ini menyusul tidak masuknya tunjangan kinerja pada komponen THR PNS tahun ini.

Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Zudan Arif Fakrullah mengatakan bahwa soal cukup dan tidaknya THR adalah sesuatu yang relatif. “Wah kalau sudah mengatakan sedikit, cukup ga cukup itu relatif,” ungkapnya, Jumat (7/5/2021).

Menurutnya cukup atau tidaknya THR sangat bergantung pada penggunaannya. Dia menilai jika untuk kebutuhan hidup tentunya cukup membantu. Namun berbeda jika untuk memenuhi gaya hidup

“Mau makan dengan lauk daging bisa, dengan lauk tahu tempe ya bisa. Ya kan? Mau minum kopi di starbucks ya bisa, mau minum kopi biasa seharga Rp.3000 juga bisa, Rp.30.000 juga bisa. Jadi menurut saya kalau untuk memenuhi kebutuhan  hidupnya insya allah cukup. Tapi kalau memenuhi gaya hidup ya saya ga tahu. Mungkin ga akan cukup,” tuturnya.

Menurutnya kondisi saat ini seharusnya disyukuri oleh para ASN. Pasalnya selain menerima THR, para ASN tidak mengalami pemotongan gaji.  

“Saya mengajak teman-teman itu menaruh rasa syukur yang sedalam-dalamnya bahwa negara masih memberikan perhatian besar kepada para ASN. Ini dalam kondisi keuangan negara yang sulit, negara masih memberikan bonus. Ini kan bonus. Tambahan di luar gaji,” ungkapnya.

Dia pun memahami jika ada sebagian ASN yang kecewa karena mungkin THR yang dibayarkan tidak penuh. Namun dia meminta agar para ASN juga memahami kondisi negara saat ini yang masih belum pulih.

Seperti diketahui di dalam petisi yang .dibuat disebutkan bahwa dalam pidato APBN, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan pembayaran THR secara full.

“Ya saya bisa memahami kekecewaan itu. Yang penting  paham bahwa kondisi negara itu belum pulih kembali seperti sedia kala. Harapan bapak presiden pada waktu itu ekonomi bisa pulih. Pandemi bisa kita selesaikan. Ternyata kan kita semua harus kompak. Masyarakat harus disiplin, PNS harus memberi contoh. Kita semua lah. Ga bisa pandemi hanya dihadapi oleh pemerintah sendiri. Ga bisa. ASN harus turut serta. Masyarakat harus turut serta,” pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD