AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.48
N225
28365.05
0.86%
+240.77
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,305
Emas
835,465 / gram

Target Beroperasi 2024, PLTA Asahan 3 Tingkatkan Bauran EBT dan Kelistrikan di Sumut

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Kamis, 18 November 2021 10:28 WIB
Pemerintah bersama PT PLN telah meluncurkan RUPTL 2021-2030, dengan rencana penambahan pembangkit listrik 40,6GW sampai dengan tahun 2030.
Target Beroperasi 2024, PLTA Asahan 3 Tingkatkan Bauran EBT dan Kelistrikan di Sumut (FOTO:MNC Media)
Target Beroperasi 2024, PLTA Asahan 3 Tingkatkan Bauran EBT dan Kelistrikan di Sumut (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Pembangunan PLTA Asahan 3 yang ditargetkan beroperasi pada 2024 dinilai dapat meningkatkan bauran energi pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Sumatera Utara.  

Untuk itu diperlukan sinergitas BUMN antara PT PLN (Persero) dan PT Inalum agar pembangunan proyek PLTA Asahan 3 dapat selesai sesuai target. 

"Pembangunan PLTA Asahan 3 dengan kapasitas terpasang sebesar 184MW akan meningkatkan bauran energi pembangkit EBT sebesar 3,3%," jelas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana dikutip dari laman Ditjen Gatrik, Kamis (18/11/2021). 

Beroperasinya PLTA Asahan 3 akan meningkatkan reserve margin di Sumatera Utara sebesar 4,58% sehingga akan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Sumatera Utara dan mengejar target RUPTL untuk pemenuhan reserve margin sebesar 35%-40%. 

Lebih lanjut, beroperasinya PLTA Asahan 3 akan menurunkan biaya produksi listrik PLN di Sumatera Utara yang semula sebesar Rp1.593/kWh menjadi Rp1.521/kWh. Hal ini berpotensi meringankan beban PLN secara korporat dalam biaya penyediaan listrik dengan penghematan sebesar Rp1,9 triliun per tahun. 

"Hal ini penting karena ujung-ujungnya ke subsidi. Apabila BPP turun, maka APBN akan turun," ungkap Rida. 

Rida menuturkan, Indonesia saat ini sedang memasuki fase transisi energi sehingga strategi mengurangi penggunaan energi fosil pada seluruh sektor energi sangat penting dilakukan. Pada COP26 di Glasgow, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia akan dapat berkontribusi lebih cepat bagi Net Zero Emission dunia. 

Pemerintah bersama PT PLN telah meluncurkan RUPTL 2021-2030, dengan rencana penambahan pembangkit listrik 40,6GW sampai dengan tahun 2030. 

"Ini menjadikan RUPTL ini sebagai RUPTL hijau sebagai dasar mencapai Zero Carbon 2060," ungkap Rida. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD