AALI
9775
ABBA
191
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
805
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7525
ADHI
805
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2110
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1550
AKRA
1070
AKSI
292
ALDO
850
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.11
-0.9%
-4.92
IHSG
7008.67
-0.49%
-34.27
LQ45
1009.70
-0.91%
-9.28
HSI
22180.30
2.12%
+461.24
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Tarif Sewa Apartemen Naik, Investor RI Diprediksi Borong Properti Di Luar Negeri 

ECONOMICS
Arif Budianto/Kontributor
Senin, 23 Mei 2022 11:16 WIB
Minat investor Indonesia membeli properti di luar negeri diprediksi akan meningkat, seiring naiknya harga sewa apartemen.
Tarif Sewa Apartemen Naik, Investor RI Diprediksi Borong Properti Di Luar Negeri  (Dok.MNC)
Tarif Sewa Apartemen Naik, Investor RI Diprediksi Borong Properti Di Luar Negeri  (Dok.MNC)

IDXChannel - Minat investor Indonesia membeli properti di luar negeri diprediksi akan meningkat, seiring naiknya harga sewa apartemen akibat naiknya harga bahan baku dan minimnya tenaga kerja. Kenaikan harga sewa properti seperti apartemen akan meningkatkan daya tarik bisnis di sektor ini. 

Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito mengatakan, kenaikan suku bunga baru-baru ini oleh Bank Sentral Australia pada awal bulan Mei akan mendorong naiknya harga sewa apartemen. 

“Konsumen harus bersiap menghadapi kenaikan harga apartemen secara progresif selama beberapa tahun ke depan sementara keterbatasan pasokan bahan baku dan kekurangan tenaga kerja tetap terjadi. Kami melihat peningkatan persentase dua digit dalam biaya pembangunan apartemen baru setiap tahun di masa mendatang,” kata Sunito.

Menurut dia, investor akan kembali ke pasar karena harga sewa meningkat yang memungkinkan mereka mengimbangi kenaikan suku bunga melalui kenaikan harga sewa. Ketersediaan unit apartemen ‘off the plan’ dan apartemen yang sudah selesai dibangun  semakin berkurang dari hari ke hari yang merupakan tanda bahwa owners-occupiers dan investor sangat aktif di pasar saat ini.

“Sangat masuk akal bagi konsumen apabila mereka terlihat bergegas membeli properti sekarang untuk menghindari kenaikan harga dua digit karena meningkatnya biaya konstruksi dan material ditambah keterbatasan tenaga kerja, ” jelas dia. 

Terutama, kata dia, bagi investor properti luar negeri dari Tiongkok dan Indonesia yang ingin mendapatkan stok unit apartemen yang sudah selesai sebagai investasi properti melalui penawaran harga yang ‘terjangkau’”

“Itulah sebabnya saya percaya bahwa saat ini adalah waktu terbaik untuk melakukan pembelian properti pascapandemi. Karena pasar properti Sydney tidak pernah berhenti bergerak maju, " katanya. 

Menurut dia, masyarakat Indonesia adalah komunitas investor terbesar kedua bagi Crown Group yang telah merasakan betapa menguntungkannya berinvestasi properti Australia, terutama di Sydney. Mereka (investor) yang sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi unit apartemen harus bertindak sekarang dengan membeli dari pengembang tepercaya dengan rekam jejak yang jelas dalam menghasilkan apartemen berkualitas secara tepat waktu dan sesuai anggaran. 

Dengan bertindak sekarang, mereka mengunci harga hari ini yang memungkinkan waktu bagi mereka untuk terus menabung untuk pembelian berikutnya di masa mendatang.

Sedikit berbeda dengan tipe pembeli home occupiers. Meskipun harga  akan meningkat, namun kebutuhan akan hunian akan tetap ada Australia masih mengalami housing shortage, sementara pertumbuhan penduduk Australia semakin bertambah. Saat ini jumlah penduduk Australia adalah 26.063.139 jiwa dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 1% setiap tahunnya.

Menurut data dari Treasury.gov.au dengan tren saat ini jumlah penduduk Australia diprediksi akan mencapai 35.9 juta jiwa pada tahun 2050. Dampak penutupan perbatasan internasional terkait pandemi COVID-19 mengakibatkan penurunan jumlah migrasi selama enam kuartal secara berturut-turut. Pertumbuhan penduduk selama 12 bulan terakhir sepenuhnya disebabkan oleh peningkatan alami (penambahan 136.200 jiwa), sementara migrasi dari luar negeri negatif (berkurang 67.300 jiwa) selama periode tersebut.

Berdasarkan Biro Statistik Australia, pada akhir Juni 2019, 88.740 orang kelahiran Indonesia tinggal di Australia, 29,4% lebih banyak dari jumlah (68.570) pada 30 Juni 2009. Ini adalah salah satu komunitas migran terbesar di Australia, setara dengan 1,2% komunitas migran Australia dan 0,3% dari total populasi Australia.  

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD