sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Investor Ritel Serbu IPO Raksasa SpaceX, Berburu Saham hingga Rp1,77 Miliar di Pasar Reguler

Market news editor Shifa Nurhaliza Putri
14/06/2026 13:04 WIB
Besarnya porsi untuk investor individu ini membuat persaingan berburu saham perdana SpaceX menjadi sangat kompetitif.
Investor Ritel Serbu IPO Raksasa SpaceX, Berburu Saham hingga Rp1,77 Miliar di Pasar Reguler. (Foto: Ilustrasi)
Investor Ritel Serbu IPO Raksasa SpaceX, Berburu Saham hingga Rp1,77 Miliar di Pasar Reguler. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel — Aksi korporasi penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) raksasa antariksa SpaceX langsung memicu gelombang perburuan saham masif oleh para investor ritel di bursa saham Amerika Serikat pada perdagangan hari pertama. Untuk memastikan kepemilikan aset tersebut, para investor individu segera memeriksa alokasi jatah saham pada akun sekuritas serta pos elektronik mereka, sementara sebagian lainnya memilih langsung memborong saham secara agresif di pasar reguler. 

Dilansir dari CNA (13/2/2026), langkah ini merespons komitmen dari pendiri SpaceX, Elon Musk, bersama sindikasi penjamin emisi yang secara khusus mengalokasikan hingga 30 persen dari total saham publik untuk segmen ritel sebuah angka penjatahan tertinggi yang mencetak rekor baru dalam sejarah Wall Street.

Besarnya porsi untuk investor individu ini membuat persaingan berburu saham perdana SpaceX menjadi sangat kompetitif, sehingga mendorong sebagian investor langsung masuk ke pasar sekunder begitu perdagangan dibuka. 

Salah satu investor ritel, Joseph Gutheinz, yang merupakan pensiunan penyelidik NASA dan kini berprofesi sebagai pengacara, mengaku sangat puas bisa membeli saham SpaceX senilai USD100 ribu (Rp1.7 miliar) di harga sekitar USD161 (Rp2.8 juta) per lembar saham pada perdagangan hari pertama. 

Maraknya aksi beli dari segmen ritel ini diidentifikasi sebagai salah satu motor utama yang memicu lonjakan harga saham SpaceX hingga melejit 19 persen pada debut perdananya, melampaui ekspektasi awal pasar.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement