AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Telan Dana Rp1,1 Triliun, Jokowi Resmikan Bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Selasa, 07 September 2021 13:03 WIB
Dalam kunjungannya tersebut Jokowi meresmikan Bendungan Bendo yang ada di Kabupaten Ponorogo.
Telan Dana Rp1,1 Triliun, Jokowi Resmikan Bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo (FOTO:MNC Media)
Telan Dana Rp1,1 Triliun, Jokowi Resmikan Bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Jawa Timur (Jatim). Dalam kunjungannya tersebut Jokowi meresmikan Bendungan Bendo yang ada di Kabupaten Ponorogo

“Dan dengan mengucap bismillahirohmanirohim Bendungan Bendo Di Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur siang hari ini saya nyatakan diresmikan,” katanya, Selasa (7/9/2021). 

Dia mengatakan bahwa pembangunan bendungan ini memakan biaya Rp. 1,1 triliun. Dimana memiliki kapasitas 43 juta meter kubik dengan luas genangan 170 hektar dan tinggi bendungan 74 meter. 

“Ini akan menyediakan  irigasi untuk 7.800 hektar sawah. Dan  juga untuk pasokan air baku 370 liter per detik. Serta bisa mengurangi banjir, mereduksi banjir 31% atau 117,4 meter kubik per detik,” ujarnya. 

Jokowi pun berpesan agar Bendungan Bendo dimanfaatkan sebaik-baiknya. Utamanya dalam meningkatkan produktivitas para petani. “Saya ingin berpesan agar bendungan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Disambungkan dengan seluruh jaringan irigasi yang ada. Sehingga sekali lagi masyarakat, utamanya para petani bisa meningkatkan produktivitas pertaniannya,” pungkasnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD