AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Temukan Banyak Akun Palsu, Elon Musk Ancam Lakukan Ini ke Twitter

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti
Kamis, 19 Mei 2022 18:05 WIB
Musk pun memutuskan untuk menunda proses akuisisi Twitter yang rencananya akan Ia beli dengan nilai transaksinya mencapai USD44 miliar.
Temukan Banyak Akun Palsu, Elon Musk Ancam Lakukan Ini ke Twitter (foto: MNC Media)
Temukan Banyak Akun Palsu, Elon Musk Ancam Lakukan Ini ke Twitter (foto: MNC Media)

IDXChannel - Elon Musk geram saat mengetahui banyaknya akun palsu atau spam yang ada di sosial media Twiiter. Makin geram lagi saat Musk mendapati bahwa Twitter tidak memiliki larangan secara spesifik yang dapat membatasi praktik akun palsu tersebut, sehingga sampai saat ini akun-akun palsu tersebut masih bisa beroperasi dengan mudah tanpa gangguan.

Menyikapi hal itu, Musk pun memutuskan untuk menunda proses akuisisi Twitter yang rencananya akan Ia beli dengan nilai transaksinya mencapai USD44 miliar, atau setara dengan Rp642,4 triliun. Tak hanya menunda, Musk bahkan dilaporkan mengancam bakal membatalkan proses akuisisi bila pihaknya tidak segera mendapatkan kejelasan terkait berapa banyak jumlah akun palsu (spam) yang saat ini ada di twitter.

Pihak Twitter memperkirakan dalam pengajuan awal bulan ini bahwa kurang dari lima persen pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi (dikenal sebagai mDAU) selama triwulan pertama/2022 merupakan akun palsu.

Namun, tim Musk memperkirakan bahwa tidak kurang dari 20 persen akun di Twitter merupakan akun palsu atau spam yang berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari. Karenanya, Musk bahkan sampai meminta Komisi Pasar Modal(Securities and Exchange Commission/SEC) Amerika Serikat untuk menyelidiki banyaknya akun palsu di Twitter.

"Kita tunggu, karena penawaran Saya (terhadap Twitter) didasarkan pada keakuratan pengajuan (kepada) SEC atas (kasus) Twitter," ujar Musk, sebagaimana dilansir CNBC, Kamis (19/5/2022).

Menurut Musk, CEO Twitter, Parag Agrawal, secara terbuka telah menolak untuk menunjukkan bukti konkret bahwa jumlah akun palsu di Twitter memang kurang dari lima persen sebagaimana telah diklaim sebelumnya.

Namun, Musk kecewa bahwa persoalan akun palsu tersebut justru sama sekali tidak disinggung dalam pengajuan SEC yang diajukannya. "Kesepakatan ini tidak akan dapat bergerak maju sampai dia melakukannya,” tutur Musk.

Sebagaimana diketahui, akun palsu atau juga kerap disebut dengan istilah 'akun bot', bersifat otomatis dan tidak dijalankan oleh manusia. Dalam kasus Twitter, akun palsu juga diatur secara otomatis untuk men-tweet hal-hal tertentu pada waktu yang telah ditentukan.

Karena tidak ada larangan khusus di Twitter terkait operasional akun palsu ini, maka pada praktiknya tidak ada pengawasan apakah penggunaannya digunakan untuk kepentingan yang baik atau buruk.

Atas keberatan Musik terhadap banyaknya akun palsu di Twitter, saham perusahaan itu pun langsung melemah 2,46 persen dalam perdagangan pre-market Selasa (17/5/2022).

Sementara pihak Twitter berkilah bahwa data jumlah akun palsu memang tidak bisa diketahui secara pasti dan definitif, lantaran setiap akun yang ada di twitter pada dasarnya tidak bisa didefinisikan dengan tapat dia merupakan akun asli ataukah palsu.

“Secara eksternal, bahkan tidak mungkin untuk mengetahui akun mana yang dihitung sebagai mDAU pada hari tertentu,” ujar Agrawal. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD