AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Wall Street Akhirnya Rebound, Saham Twitter Anjlok Gara-gara Elon Musk

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 13 Mei 2022 21:47 WIB
Tiga indeks utama Wall Street akhirnya kembali menguat pada perdagangan akhir pekan, Jumat (13/5/2022).
Wall Street Akhirnya Rebound, Saham Twitter Anjlok Gara-gara Elon Musk. (Foto: MNC Media)
Wall Street Akhirnya Rebound, Saham Twitter Anjlok Gara-gara Elon Musk. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Tiga indeks utama Wall Street akhirnya kembali menguat pada perdagangan akhir pekan, Jumat (13/5/2022). Sayangnya, saham Twitter justru merosot imbas langkah Elon Musk yang menunda pembelian perusahaan tersebut.

Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 0,74 persen di 31.963,86, S&P 500 (SPX) dibuka lebih tinggi sebesar 0,86 persen di 3.963,90, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) menanjak 1,63 persen, di 11.555,98.

Harga saham Twitter anjlok -10,11 persen, bahkan sempat merosot lebih dari 20 persen pada perdagangan pre-market, menyusul kabar terbaru soal kesepakatan Elon Musk yang menangguhkan pembelian saham senilai USD44 miliar atau setara Rp643 triliun.

Musk menunda untuk sementara waktu kesepakatan itu sampai menerima data dan informasi yang dibutuhkan terkait jumlah penyebaran akun palsu di platform tersebut.

"Kesepakatan pembelian Twitter untuk sementara ditangguhkan, sampai ada data akun spam yang memang mewakili kurang dari 5 persen pengguna," tulis Musk melalui akun Twitter @elonmusk, Jumat (13/5/2022).

Sejumlah data makro ekonomi juga baru saja dirilis. Terbaru, harga impor AS mengalami naik 6,8 persen pada kuartal pertama tahun ini. Laporan Departemen Tenaga Kerja dalam 12 bulan terakhir hingga April 2022 menunjukkan harga impor naik 12 persen.

Dikutip dari Reuters, Jumat (13/5), data pemerintah AS pekan ini menunjukkan harga konsumen secara bulanan meningkat pada laju paling lambat, sedangkan kenaikan harga produsen adalah yang terkecil sejak September tahun lalu.

The Fed pekan lalu telah menaikkan suku bunga setengah poin, yang notabene terbesar dalam 22 tahun. Fed mengumumkan akan mulai memangkas kepemilikan obligasi bulan depan. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD