AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Wall Street Lagi-lagi Amblas, Hantu Inflasi dan Resesi di Depan Mata

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 12 Mei 2022 21:43 WIB
Tiga indeks utama Wall Street dibuka lebih rendah dibandingkan perdagangan pada Kamis, (12/5/2022).
Wall Street Lagi-lagi Amblas, Hantu Inflasi dan Resesi di Depan Mata. (Foto: MNC Media)
Wall Street Lagi-lagi Amblas, Hantu Inflasi dan Resesi di Depan Mata. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Tiga indeks utama Wall Street dibuka lebih rendah dibandingkan perdagangan pada Kamis, (12/5/2022). Sejumlah growth stocks atau saham-saham dengan nilai pertumbuhan yang tinggi memimpin penurunan.

Dow Jones Industrial Average (DJI) turun -0,42 persen, ke 31.699,04. S&P 500 (SPX) dibuka koreksi -0,79 persen, di 3.903,95, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) tertekan -1,45 persen, menjadi 11.199,25.

Bursa Amerika Serikat masih terguncang data inflasi yang baru saja dirilis Federal Reserve beberapa waktu terakhir. Pasar masih mengkhawatirkan persoalan kenaikan suku bunga agresif Fed untuk mengekang inflasi yang menembus level tertingginya selama beberapa dekade.

Hantu resesi juga tampak masih membayangi, menyusul ancaman permintaan dan penawaran akibat sejumlah sentimen seperti lockdown di China hingga kelanjutan krisis geopolitik Rusia dan Ukraina.

“Kita sekarang sangat terikat dengan setidaknya ekspektasi kenaikan suku bunga Fed lebih lanjut sebesar 50 basis poin yang sedang dalam agenda,” kata Analis Argonaut, Damian Rooney, di Perth, Australia, dikutip dari Reuters, Kamis (12/5).

Seperti diketahui, indeks harga konsumen (CPI) AS pada April 2022 mengalami inflasi sebesar 8,3 persen yoy. Persentase tersebut lebih rendah dari posisi inflasi Maret yang mencapai 8,5 persen, meskipun masih berada di level tertingginya dalam empat dekade terakhir.

Inflasi inti mencapai 6,2 persen, menurun tipis dari inflasi Maret sebesar 6,5 persen. Sementara dalam basis dari bulan-ke-bulan (MoM), inflasi inti naik 0,3 persen, dibandingkan Maret yang mencapai 1,2 persen. Demikian laporan Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) Amerika Serikat, dikutip dari Bloomberg, Kamis (12/5). (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD