AALI
9800
ABBA
232
ABDA
5900
ABMM
2230
ACES
770
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6675
ADHI
770
ADMF
8025
ADMG
174
ADRO
2860
AGAR
320
AGII
2150
AGRO
705
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
56
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
148
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1490
AKRA
1030
AKSI
288
ALDO
850
ALKA
300
ALMI
298
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/06/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
529.22
-0.37%
-1.96
IHSG
6911.58
-0.44%
-30.77
LQ45
991.94
-0.38%
-3.77
HSI
21859.79
-0.62%
-137.10
N225
26393.04
-1.54%
-411.56
NYSE
0.00
-100%
-14667.32
Kurs
HKD/IDR 1,896
USD/IDR 14,890
Emas
868,358 / gram

Wall Street Ditutup Ambruk, Nasdaq Anjlok 3,18 Persen Imbas Data Inflasi AS

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 12 Mei 2022 05:54 WIB
Wall Street berakhir melemah tajam pada perdagangan Rabu (11/5/2022) waktu setempat dengan indeks Nasdaq turun lebih dari 3%.
Wall Street Ditutup Ambruk, Nasdaq Anjlok 3,18 Persen Imbas Data Inflasi AS (Dok.MNC)
Wall Street Ditutup Ambruk, Nasdaq Anjlok 3,18 Persen Imbas Data Inflasi AS (Dok.MNC)

IDXChannel - Bursa Saham AS atau Wall Street berakhir melemah tajam pada perdagangan Rabu (11/5/2022), dengan Nasdaq turun lebih dari 3% dan Dow jatuh untuk hari kelima berturut-turut. 

Hal itu terjadi setelah data inflasi AS tidak banyak meredakan kekhawatiran investor atas prospek suku bunga dan ekonomi.

Benchmark S&P 500 bahkan kehilangan 1,7% dan sekarang turun 18% dari rekor penutupan tertinggi 3 Januari.

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 326,63 poin, atau 1,02%, menjadi 31.834,11, S&P 500 kehilangan 65,87 poin, atau 1,65%, menjadi 3.935,18 dan Nasdaq Composite turun 373,44 poin, atau 3,18%, menjadi 11.364,24.

Penurunan lima hari Dow Jones merupakan penurunan beruntun terpanjang sejak pertengahan Februari.

Laporan indeks harga konsumen (CPI) bulanan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan inflasi mungkin telah mencapai puncaknya pada bulan April tetapi kemungkinan akan tetap cukup kuat untuk menjaga agar Federal Reserve mengerem untuk mendinginkan permintaan.

CPI meningkat 0,3% bulan lalu, kenaikan terkecil sejak Agustus lalu, sementara ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan harga konsumen naik 0,2% pada April.

Menurut Quincy Krosby, kepala strategi ekuitas di LPL Financial di Charlotte, North Carolina, hal itu tidak menghilangkan gagasan bahwa masih ada lagi yang harus dilakukan dalam hal mengekang inflasi.

"Pasar mencoba untuk memahami apakah kita juga akan melihat kemunduran pertumbuhan lebih dari yang diharapkan karena The Fed menaikkan suku bunga," katanya.

Saham Apple turun 5,2% dan menjadi bobot terbesar di indeks Nasdaq dan S&P 500.

"Ada banyak fokus saat ini di Apple," kata Krosby. "Mengingat bobotnya, Apple adalah pemimpin pasar dari banyak perspektif."

Kekhawatiran investor tentang apakah The Fed akan terus menaikkan suku bunga secara agresif telah membuat saham pertumbuhan terpukul. Sektor discretionary konsumen dan teknologi masing-masing turun sekitar 3%, memimpin penurunan sektor S&P 500.

Saham Energi berakhir lebih tinggi dan membantu membatasi beberapa penurunan di S&P 500 dan Dow. Saham Exxon Mobil Corp naik 2,1%.

Nilai mengungguli pertumbuhan saham secara umum. Indeks pertumbuhan S&P turun 2,8% hari ini versus penurunan 0,5% dalam indeks nilai S&P.

Investor cemas untuk melihat lebih banyak data inflasi pada hari Kamis, ketika data indeks harga produsen AS akan dirilis.

Saham telah jatuh tahun ini menyusul kekhawatiran suku bunga, serta perang Ukraina dan penguncian virus corona terbaru di China. 

Halaman : 1 2 3
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD