AALI
9650
ABBA
222
ABDA
5500
ABMM
2140
ACES
775
ACST
160
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
755
ADMF
8000
ADMG
170
ADRO
2720
AGAR
316
AGII
2000
AGRO
660
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
55
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
140
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1425
AKRA
960
AKSI
284
ALDO
820
ALKA
298
ALMI
290
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/07/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.46
-1.84%
-9.76
IHSG
6794.33
-1.7%
-117.25
LQ45
974.33
-1.78%
-17.61
HSI
0.00
-100%
-21996.89
N225
25935.62
-1.73%
-457.42
NYSE
0.00
-100%
-14599.59
Kurs
HKD/IDR 1,904
USD/IDR 14,960
Emas
863,215 / gram

Terbesar Setelah Freeport, Investasi Proyek Hilirisasi Batu Bara Telan Dana Rp33 T

ECONOMICS
Athika Rahma
Senin, 24 Januari 2022 12:33 WIB
Realisasi investasi Air Products, perusahaan perdagangan gas dan kimia asal Amerika Serikat, di proyek hilirisasi batu bara mencapai Rp33 triliun.
Terbesar Setelah Freeport, Investasi Proyek Hilirisasi Batu Bara Telan Dana Rp33 T
Terbesar Setelah Freeport, Investasi Proyek Hilirisasi Batu Bara Telan Dana Rp33 T

IDXChannel - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi investasi Air Products, perusahaan perdagangan gas dan kimia asal Amerika Serikat, di proyek hilirisasi batu bara mencapai Rp33 triliun.

"Ini tadinya 36 bulan, kami minta 30 bulan (pengerjaan proyek), ini full dari Amerika Serikat bukan dari Korea, Jepang, China, tidak benar kalau kita fokus ke beberapa negara," ujar Bahlil dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/1/2022).

Adapun, kerjasama proyek ini dilakukan oleh Air Products, Pertamina dan PT Bukit Asam dengan nilai kontrak USD 15 miliar atau Rp 214 triliun (kurs RP 14.312). Lanjut Bahlil, realisasi investasi Air Products di proyek ini tergolong sangat besar.

"Ini investasi terbesar setelah Freeport tahun ini," ujarnya.

Bahlil mengungkapkan, proyek hilirisasi batu bara sudah diinisiasi oleh Menteri BUMN Erick Thohir sejak 2020 dengan melakukan pendekatan ke Amerika Serikat.

"Lalu, dilanjutkan dengan pembahasan teknis dengan Pak Arifin (Menteri ESDM), lalu di akhir November di Dubai kita tanda tangan MoU dengan Air Products sebesar USD 15 miiliar," ujarnya. 

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD