AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Ternyata Ini Lho, Biang Kenaikan Harga Minyak Goreng di Pasaran

ECONOMICS
Athika Rahma
Rabu, 19 Januari 2022 16:05 WIB
Menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), rata-rata harga minyak goreng di pasaran sudah mencapai Rp20.950 per kg.
Ternyata Ini Lho, Biang Kenaikan Harga Minyak Goreng di Pasaran (FOTO:MNC Media)
Ternyata Ini Lho, Biang Kenaikan Harga Minyak Goreng di Pasaran (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Beberapa hari terakhir, harga komoditas minyak goreng terus naik signifikan. 

Menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), rata-rata harga minyak goreng di pasaran sudah mencapai Rp20.950 per kg. 

Fenomena ini terjadi karena harga minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) yang juga melambung. Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengatakan, harga CPO sudah naik hampir 100% sejak Mei 2020 lalu. 

"Harga sawit tak terbendung dan naik tajam sejak Mei 2020 hingga Januari 2022. Masih dari Rp 7.000-an per kg sampai Rp 14.000an per kg, jadi hampir 100% ini pada akhir 2021 dan awal 2022," jelas Sahat dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (19/1/2022). 

Lanjutnya, produksi minyak goreng di Indonesia memang masih bergantung pada harga CPO dunia. Dalam operasional industri minyak goreng, beban biaya CPO berkisar 65-70% dari harga pabrik minyak goreng, sehingga tak heran begitu harga CPO naik, maka harga minyak goreng juga ikut melambung. "Sisanya itu, ya, biaya transport, produksi, kemasan dan lainnya," ujar Sahat. 

Sejak akhir 2021, negara-negara penghasil sawit seperti Amerika Utara dan Selatan mengalami kesulitan produksi karena hambatan cuaca. Lalu, Malaysia mengalami kekurangan tenaga kerja di industri ini. Hal ini membuat harga CPO dunia semakin tertekan. 

"Jadi demand ini masih ada dan tumbuh sedikit tapi dari sisi supply terhambat. Makanya harga minyak goreng kita meroket," ujarnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD