AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Terus Meningkat, Nilai Transaksi Perdagangan Digital Capai USD23,5 Juta 2021

ECONOMICS
Dominique Hilvy Febriani
Jum'at, 26 November 2021 10:10 WIB
Pemerintah mengatakan meskipun memberikan tantangan berat bagi perekonomian, namun pandemi COVID-19 memiliki dampak positif dalam mendorong ekonomi digital. 
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno

IDXChannel - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengatakan meskipun memberikan tantangan berat bagi perekonomian, namun pandemi COVID-19 memiliki dampak positif dalam mendorong ekonomi digital

Hal itu ia sampaikan pada webinar Indonesia-Vietnam Business Opportunities to Accelerate Economic Recovery: Creative Economy and Digital Economy, yang diselenggarakan Konsulat Jenderal RI Ho Chi Minh City, belum lama ini.

“Pandemi telah menjadi katalis bagi konsumen untuk bermigrasi ke platform digital," ungkap Sandiaga Uno sebagaimana dikutip di laman Kementerian Luar Negeri RI Jumat (26/11/2021).

Menurut Sandiaga, Indonesia memiliki potensi pasar ekonomi digital yang besar.

“Jumlah pengguna internet di Indonesia sebanyak 202,6 juta orang dengan nilai transaksi perdagangan digital mencapai lebih dari 18 juta USD di tahun 2020 dan terus meningkat di tahun 2021 senilai 23,5 juta USD,” ungkapnya.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Vietnam, Denny Abdi menyatakan bahwa Indonesia dan Vietnam memiliki potensi untuk sama-sama memajukan pemulihan ekonomi melalui ekonomi digital. 

“Di Vietnam sendiri ekonomi digital diproyeksikan mencetak 220 milyar USD di tahun 2030, dan akan menempatkan Vietnam di urutan ke-2 setelah Indonesia, di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.

Sebagai perwakilan RI di Vietnam, KBRI Hanoi bersama KJRI Ho Chi Minh City tentu berkomitmen untuk terus mengawal kontribusi kerja sama kedua negara bagi pemulihan ekonomi di kawasan maupun global. Konsul Jenderal RI Ho Chi Minh City, Agustaviano Sofjan, yakin penduduk kedua negara yang didominasi usia muda dengan karakteristik kreatif dan inovatif akan menjadi kunci keberhasilan kolaborasi kedua negara. 

"Ke depan, bersama KBRI Hanoi, KJRI Ho Chi Minh City akan terus mengidentifikasi peluang bisnis yang berdampak pada peningkatan nilai perdagangan dan investasi kedua negara, khususnya melalui ekonomi kreatif dan ekonomi digital," ujar Konjen Agustaviano.

Pada kesempatan tersebut Konjen Agustaviano juga meluncurkan media komunikasi bisnis KJRI, Xin Chào-Apa Kabar Newsletter yang akan menjembatani KJRI dengan komunitas bisnis maupun komunitas terkait lainnya di Vietnam Selatan. 

“Newsletter dimaksud akan terbit secara bulanan dengan menyajikan berbagai perkembangan terkini dari Indonesia serta informasi ringan mengenai pariwisata dan artikel mengenai kiprah pelaku usaha Indonesia di Vietnam,” pungkasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD