AALI
9325
ABBA
208
ABDA
5500
ABMM
2080
ACES
725
ACST
156
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
710
ADMF
7975
ADMG
165
ADRO
2770
AGAR
336
AGII
1995
AGRO
615
AGRO-R
0
AGRS
114
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
138
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1330
AKRA
900
AKSI
288
ALDO
790
ALKA
300
ALMI
298
ALTO
196
Market Watch
Last updated : 2022/07/04 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.36
-2.52%
-13.10
IHSG
6639.17
-2.28%
-155.16
LQ45
950.15
-2.48%
-24.18
HSI
21797.52
-0.29%
-62.27
N225
26153.81
0.84%
+218.19
NYSE
14636.76
1.03%
+149.16
Kurs
HKD/IDR 1,905
USD/IDR 14,965
Emas
870,052 / gram

Teten Akui Pengembangan UKM di Indonesia Tertinggal dari Vietnam

ECONOMICS
Tia Komalasari/IDXChannel
Rabu, 31 Maret 2021 09:43 WIB
Salah satunya dari sisi pembiayaan dimana Vietnam bisa menyediakan dana sebesar Rp19 Miliar dan berhasil melahirkan wirausaha baru.
Salah satunya dari sisi pembiayaan dimana Vietnam bisa menyediakan dana sebesar Rp19 Miliar dan berhasil melahirkan wirausaha baru. (Foto: MNC Media)
Salah satunya dari sisi pembiayaan dimana Vietnam bisa menyediakan dana sebesar Rp19 Miliar dan berhasil melahirkan wirausaha baru. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki, mengakui pengembangan UKM di Indonesia tertinggal dari Vietnam. Salah satunya dari sisi pembiayaan dimana Vietnam bisa menyediakan dana sebesar Rp19 Miliar dan berhasil melahirkan wirausaha baru.

"Pemerintah ingin mendorong scalling-up UKm dengan bekerja sama inkubator swasta. KemenkopUKM aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membesarkan usaha kecil menjadi menengah bahkan hingga usaha besar," ujar dia melalui siaran pers Kementrian Keuangan yang diterbitkan Rabu (31/3/2021).

Dari sisi pembiayaan, Teten mengatakan, telah menyederhanakan aturan yang ada di Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) supaya koperasi mudah untuk mengakses dan mengembangkan UKM.

Menurut Teten, jika koperasi memiliki masalah likuiditas, LPDB-KUMKM hadir untuk memberikan pembiayaan dengan bunga 3 persen dari sebelumnya sekitar 6%. Tahun ini, ada tambahan dana dari Kemenkeu sebesar Rp1 triliun yang bisa diakses oleh koperasi di LPDB-KUMKM.

"Sekitar Rp89,3 miliar belum tersalur tahun ini. Di Pontianak ada sekitar Rp69 miliar yang sudah disalurkan ke 12 koperasi kepada 396 UMKM oleh LPDB-KUMKM. Koperasi didorong ke sektor riil dan produksi, karena 59% di koperasi simpan pinjam," ujarnya.

Ke depan, Teten berencana akan melakukan uji coba dengan mengonsolidasikan produk petani dan koperasi sebagai offtaker. Selanjutnya, Teten juga mendorong UKM yang potensi naik kelas, sekaligus bisa menambah jumlah wirausaha baru.

"Untuk relaksaksi jaminan, kami sedang menggalang kerja sama dengan Jamkrida, jika ada kekurangan jaminan dari koperasi bisa diantisipasi dengan Jamkrida. Selain itu Jamkrida menjadi partner bisnis karena mereka memiliki UMKM binaan, sehingga bisa dihubungkan," pungkasnya. (TIA)

Rekomendasi Berita

Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD