AALI
10225
ABBA
474
ABDA
0
ABMM
1650
ACES
1405
ACST
262
ACST-R
0
ADES
2540
ADHI
1095
ADMF
7875
ADMG
240
ADRO
1765
AGAR
344
AGII
1530
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
214
AHAP
64
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4650
AKSI
570
ALDO
755
ALKA
246
ALMI
240
ALTO
294
Market Watch
Last updated : 2021/10/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.30
0.5%
+2.54
IHSG
6656.94
0.47%
+31.24
LQ45
965.04
0.39%
+3.72
HSI
26038.27
-0.36%
-93.76
N225
29106.01
1.77%
+505.60
NYSE
17169.07
0.27%
+46.83
Kurs
HKD/IDR 1,818
USD/IDR 14,150
Emas
818,997 / gram

Teten Akui Pengembangan UKM di Indonesia Tertinggal dari Vietnam

ECONOMICS
Tia Komalasari/IDXChannel
Rabu, 31 Maret 2021 09:43 WIB
Salah satunya dari sisi pembiayaan dimana Vietnam bisa menyediakan dana sebesar Rp19 Miliar dan berhasil melahirkan wirausaha baru.
Salah satunya dari sisi pembiayaan dimana Vietnam bisa menyediakan dana sebesar Rp19 Miliar dan berhasil melahirkan wirausaha baru. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki, mengakui pengembangan UKM di Indonesia tertinggal dari Vietnam. Salah satunya dari sisi pembiayaan dimana Vietnam bisa menyediakan dana sebesar Rp19 Miliar dan berhasil melahirkan wirausaha baru.

"Pemerintah ingin mendorong scalling-up UKm dengan bekerja sama inkubator swasta. KemenkopUKM aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membesarkan usaha kecil menjadi menengah bahkan hingga usaha besar," ujar dia melalui siaran pers Kementrian Keuangan yang diterbitkan Rabu (31/3/2021).

Dari sisi pembiayaan, Teten mengatakan, telah menyederhanakan aturan yang ada di Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) supaya koperasi mudah untuk mengakses dan mengembangkan UKM.

Menurut Teten, jika koperasi memiliki masalah likuiditas, LPDB-KUMKM hadir untuk memberikan pembiayaan dengan bunga 3 persen dari sebelumnya sekitar 6%. Tahun ini, ada tambahan dana dari Kemenkeu sebesar Rp1 triliun yang bisa diakses oleh koperasi di LPDB-KUMKM.

"Sekitar Rp89,3 miliar belum tersalur tahun ini. Di Pontianak ada sekitar Rp69 miliar yang sudah disalurkan ke 12 koperasi kepada 396 UMKM oleh LPDB-KUMKM. Koperasi didorong ke sektor riil dan produksi, karena 59% di koperasi simpan pinjam," ujarnya.

Ke depan, Teten berencana akan melakukan uji coba dengan mengonsolidasikan produk petani dan koperasi sebagai offtaker. Selanjutnya, Teten juga mendorong UKM yang potensi naik kelas, sekaligus bisa menambah jumlah wirausaha baru.

"Untuk relaksaksi jaminan, kami sedang menggalang kerja sama dengan Jamkrida, jika ada kekurangan jaminan dari koperasi bisa diantisipasi dengan Jamkrida. Selain itu Jamkrida menjadi partner bisnis karena mereka memiliki UMKM binaan, sehingga bisa dihubungkan," pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD