AALI
8000
ABBA
585
ABDA
0
ABMM
1280
ACES
1310
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2400
ADHI
675
ADMF
7675
ADMG
216
ADRO
1345
AGAR
398
AGII
1755
AGRO
2450
AGRO-R
0
AGRS
258
AHAP
58
AIMS
418
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
640
AKRA
3550
AKSI
420
ALDO
620
ALKA
226
ALMI
270
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/08/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
438.11
-0.02%
-0.07
IHSG
6055.24
-0.24%
-14.80
LQ45
822.98
-0.01%
-0.06
HSI
25956.22
-0.02%
-4.81
N225
27761.68
1.75%
+478.09
NYSE
16602.29
-0.57%
-94.85
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
844,281 / gram

Teten: Pelaku UMKM Yakin Pemerintah Bisa Atasi Pandemi Covid-19

ECONOMICS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Senin, 14 Juni 2021 15:23 WIB
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mencatat tingkat kepercayaan pelaku UMKM terhadap pemerintah meningkat dari kuartal IV-2020 ke kuartal I-2021.
Teten: Pelaku UMKM Yakin Pemerintah Bisa Atasi Pandemi Covid-19 (FOTO: MNC Media)

IDXChannel -  Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mencatat tingkat kepercayaan pelaku UMKM terhadap pemerintah meningkat dari kuartal IV-2020 ke kuartal I-2021. 

Menteri Koperasi UKM, Teten Masduki menyebut, naiknya tingkat kepercayaan kepada masyarakat menjadi kabar menggembirakan bagi pihaknya. Sebab, kepercayaan UMKM kepada pemerintah mengindikasikan bahwa pemerintah bisa mengatasi Covid-19 dengan baik. 

"Artinya apa tingkat kepercayaan pelaku UMKM kepada pemerintah bahwa pemerintah bisa mengatasi Covid-19 ini dengan baik sehingga mereka bisa berusaha. Itu yang paling penting," ujar Teten dalam diskusi UMKM Menuju Pasar Global, Senin (14/6/2021).

Kepercayaan itu, kata dia, tidak terlepas dari program stimulus pemerintah yang dilakukan sejak pandemi Covid-19 berlangsung sejak awal 2020 lalu. Tercatat, ada sekitar 20 persen anggaran pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dialokasikan bagi UMKM. 

Baik untuk program restrukturisasi pinjaman, subsidi bunga, subsidi listrik, hingga ke hibah modal kerja untuk usaha mikro. 

Pada 2021, anggaran PEN untuk UMKM naik menjadi 27 persen. Selain itu, pemerintah juga melakukan market demand dengan mengefektifkan belanja pemerintah senilai 40 persen dari seluruh anggaran yang mencapai Rp460 triliun. 

"Kita bersama dengan LKPP juga dengan teman-teman di market place sedang berusaha untuk kita maksimumkan," kata dia. 

Meski begitu, Teten tak mengelak jika ada sejumlah tantangan bagi UMKM saat ini. Salah satunya adalah bisnis berbasis digital atau literasi digital. 

"Ini sudah ada solusinya, yaitu dengan dibantu oleh para reseller untuk membantu UMKM yang masih ada masalah literasi digital dan jumlah SDM mereka yang (mengurus) produksi dan berjualan online yang gerakannya cepat," katanya. 

Tantangan berikut adalah kapasitas produksi. Jika UMKM akhirnya masuk ke pasar yang besar, tentu diperlukan berbagai adaptasi termasuk kapasitas dan ketersediaan, serta layanan digital yang memudahkan penjual maupun pembelinya. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD