AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Tol Layang MBZ Sudah Bisa Dilalui Kendaraan

ECONOMICS
Giri Hartomo/Okezone
Senin, 12 April 2021 13:29 WIB
Setelah resmi berganti nama, Tol layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) sudah dapat dilalui kendaraan umum sejak pukul 10.00 WIB.
Tol Layang MBZ Sudah Bisa Dilalui Kendaraan (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Setelah resmi berganti nama, Tol layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) sudah dapat dilalui kendaraan umum sejak pukul 10.00 WIB.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, setelah berganti nama, jalan tol layang ini langsung beroperasi seperti biasa. Jalan tol ini telah dibuka kembali sejak pukul 10.00 WIB. 

"(Pasca ganti nama MBZ) langsung operasional biasa. Dibuka jam 10.00 WIB," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (12/4/2021). 

Danang menjelaskan, setelah dibuka maka nama jalan tol MBZ ini akan disosialisasikan kepada masyarakat. Ini juga agar masyarakat tidak lagi mengintip-intip dan penasaran lagi dengan nama jalan tol layang MBZ yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. 

"Sekarang kan udah operasional, tinggal dilaksanakan, dibuka, diberi nama, kemudian sosialisasi ke masyarakat. Kemarin kan masih pada ngintip-ngintip," jelasnya. 

Danang menambahkan, penamaan jalan tol layang menjadi MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bilateral antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA). Sehingga dirinya hanya mengikuti saja arahan dari atasan. 

"Kalau kita prinsipnya penamaan itu berdasarkan pada pimpinan. Itu ada kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Sehingga kita mengikuti prinsip itu aja," jelasnya. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD