sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Transaksi Ramadan di Jakarta Tembus Rp21 Triliun, Aktivitas Belanja di Tanah Abang Jadi Penyumbang

Economics editor Jonathan Simanjuntak
21/03/2026 01:00 WIB
Menurut Pramono, program yang digagas sejak awal bulan suci ini bertujuan menjadikan wilayah DKI Jakarta sebagai magnet wisatawan.
Transaksi Ramadan di Jakarta Tembus Rp21 Triliun, Aktivitas Belanja di Tanah Abang Jadi Penyumbang. Foto: iNews Media Group.
Transaksi Ramadan di Jakarta Tembus Rp21 Triliun, Aktivitas Belanja di Tanah Abang Jadi Penyumbang. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut transaksi di DKI Jakarta selama Ramadan mencapai Rp21 triliun. Angka tersebut tercatat sejak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar program bertajuk Mudik ke Jakarta.

Menurut Pramono, program yang digagas sejak awal bulan suci ini bertujuan menjadikan wilayah DKI Jakarta sebagai magnet wisatawan.

"Tadi saya diberikan laporan dari Asisten Perekonomian dan Keuangan, transaksi di Jakarta sudah Rp21 triliun," ujar Pramono kepada wartawan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026).

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, mengatakan nilai transaksi puluhan triliun tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari ritel, pusat perbelanjaan, hingga perhotelan. Dia juga menyebut aktivitas di Pasar Tanah Abang menjadi salah satu faktor tingginya transaksi di Jakarta.

"Nah, pada tanggal hari ini (20/3/2026), transaksi itu sudah di atas Rp21 (triliun). Siapa saja di antaranya adalah ritel, kemudian pusat-pusat perbelanjaan, Tanah Abang di antaranya, kemudian perhotelan," kata Eliawati.

Menurutnya, tingginya transaksi di Jakarta tidak terlepas dari program lomba diskon yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta. Dia mengeklaim  angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kota-kota besar lainnya seperti Semarang dan Surabaya.

"Jadi di Semarang sendiri transaksinya di angka Rp8,46 (miliar), kemudian di Surabaya Rp6 sekian miliar," kata dia.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement