IDXChannel – Nilai tukar Rupiah mencatatkan pergerakan yang sangat fluktuatif sepanjang pekan ini di tengah tingginya ketidakpastian pasar global.
Setelah sempat terperosok ke titik terendah dalam sejarah, rupiah diprediksi masih akan menghadapi tekanan pada awal pekan depan meskipun terdapat potensi penguatan yang terbatas.
Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah sempat menyentuh level terlemahnya di posisi Rp17.424 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (5/5/2026). Meski sempat melakukan perlawanan dan menguat ke kisaran Rp17.333 pada Kamis (7/5/2026), Rupiah kembali ditutup melemah tipis di level Rp17.382 pada akhir perdagangan Jumat (8/5/2026).
Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan bahwa volatilitas ini masih akan berlanjut pada pembukaan pasar esok hari.
"Sedangkan untuk perdagangan senin besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.380 - Rp 17.430," kata Ibrahim dalam risetnya, Minggu (10/5/2026).