IDXChannel - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) baru saja mengumumkan capaian kinerjanya di sepanjang 2025 lalu. Salah satunya dalam hal perolehan laba bersih, di mana IIF tercatat meraup Rp185,3 miliar hingga akhir Desember 2025 lalu. Capaian tersebut terhitung meningkat sebesar 51,2 persen dibanding realisasi laba bersih IIF pada 2024 yang masih sebesar Rp122,5 miliar.
"Dengan pertumbuhan ini, kami berhasil mendorong peningkatan signifikan pada rasio Return on Equity (ROE) menjadi 5,5 persen, naik 120 bps secara tahunan (year-on-year/YoY)," ujar Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer IIF, Rizki Pribadi Hasan, dalam keterangan resminya, Kamis (19/2/2026).
Tak hanya laba bersih, IIF juga berhasil membukukan pertumbuhan bunga bersih sebesar 44 persen secara tahunan (YoY), menjadi Rp536 miliar, dengan didorong oleh penurunan 11 persen pada biaya dana.
Sedangkan pada saat yang sama, pendapatan bunga Perseroan juga meningkat 6,5 persen menjadi Rp1,3 triliun. Sementara pendapatan non bunga (NII) dari aktivitas tresuri meningkat hampir tiga kali lipat menjadi Rp42,3 miliar, sekaligus mengimbangi penurunan biaya advisory.
Lalu, biaya operasional tetap terkendali dengan baik, dengan mampu menghasilkan perbaikan rasio efisiensi operasional menjadi 54,6 persen, atau meningkat 441 bps secara tahunan (YoY). Sedangkan total aset IIF tumbuh lima persen (YoY) menjadi Rp15,4 triliun, yang didukung oleh peningkatan aset produktif sebesar dua persen.
Terakhir, Rasio Non-Performing Finance (NPF) Net IIF tercatat 3,75 persen per 31 Desember 2025, naik tipis dari posisi 3,41 persen pada 2024 lalu.
"Namun kami bisa pastikan (kenaikan NPF ini) tetap dalam batas regulasi lima persen. Jadi sangat aman dan prudent," ujar Rizki.
Dengan berbekal capaian positif tersebut, Rizki memandang perlunya bagi IIF untuk turut berperan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di lingkungan yang penuh tantangan. Dalam hal ini, IIF siap mendukung pertumbuhan tersebut melalui berbagai produk dan aspek permodalan yang kuat.
Terkini, IIF baru saja menandatangani kerja sama dengan FinDev Canada, sebagai bagian dari penguatan komitmen terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Kerja sama ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia melalui pembiayaan proyek infrastruktur berkelanjutan.
"Biaya dana kami telah menurun serta rasio kecukupan modal (CAR) tetap kuat pada 43,7 persen. Kami terus memperkuat likuiditas dan diversifikasi pendanaan, dengan target hingga Rp3 triliun di 2026 mendatang," ujar Rizki.
Sepanjang 2025, IIF telah berkontribusi dalam menghasilkan 709,9 MW energi terbarukan, memberi daya lebih dari 709.900 rumah dan mengurangi sekitar 4,92 juta ton emisi CO₂ tahunan. Perseroan juga menyediakan akses air bersih kepada sekitar 7,2 juta orang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan fasilitas kesehatan.
(taufan sukma)