IDXChannel - Konflik geopolitik dinilai mulai memberi tekanan terhadap sektor industri nasional melalui kenaikan biaya energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan industri.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengatakan lonjakan harga energi ini berpotensi meningkatkan biaya produksi perusahaan sehingga mendorong langkah efisiensi, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK).
"PHK itu bukan lagi ancaman, tapi sudah di depan mata. Banyak perusahaan sudah memberi sinyal akan melakukan efisiensi," ujarnya sebagaimana dikutip dari keterangan resmi pada Selasa (7/4/2026).
Menurut dia, tekanan biaya produksi akibat situasi global dapat mempersempit ruang gerak industri nasional, terutama sektor manufaktur yang sangat bergantung pada stabilitas harga energi. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak langsung terhadap keberlangsungan tenaga kerja di berbagai sektor.