Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari–Mei 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah nikel dan barangdaripadanya sebesar USD2,05 miliar (60,88 persen). Sementara komoditas dengan penurunan tertinggi adalah logam mulia dan perhiasan/permata yang turun sebesar USD1,01 miliar (23,73 persen).
Ekspor nonmigas Januari–Mei 2026 terbesar adalah ke China yaitu USD28,54 miliar, disusul Amerika Serikat USD12,73 miliar, dan India USD7,43 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,20 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD22,13 miliar dan USD7,99 miliar.
Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Mei 2026 naik 6,80 persen dibanding periode yang sama 2025, sedangkan ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 24,95 persen, demikian juga ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 8,14 persen.
Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Mei 2026 berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai USD15,97 miliar (13,85 persen), diikuti Sulawesi Tengah USD10,40 miliar (9,01 persen) dan Kepulauan Riau USD10,01 miliar (8,67 persen).
(NIA DEVIYANA)