AALI
9650
ABBA
222
ABDA
5500
ABMM
2140
ACES
775
ACST
160
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
755
ADMF
8000
ADMG
170
ADRO
2720
AGAR
316
AGII
2000
AGRO
660
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
55
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
140
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1425
AKRA
960
AKSI
284
ALDO
820
ALKA
298
ALMI
290
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/07/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.46
-1.84%
-9.76
IHSG
6794.33
-1.7%
-117.25
LQ45
974.33
-1.78%
-17.61
HSI
0.00
-100%
-21996.89
N225
25935.62
-1.73%
-457.42
NYSE
0.00
-100%
-14599.59
Kurs
HKD/IDR 1,904
USD/IDR 14,960
Emas
863,215 / gram

Ubah Strategi, Samsung akan Alihkan Produksi Ponsel ke Indonesia

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti
Selasa, 23 November 2021 13:33 WIB
Samsung Electronic akan memindahkan basis produksi smartphone yang ada di Vietnam ke negara lain.
Ubah Strategi, Samsung akan Alihkan Produksi Ponsel ke Indonesia
Ubah Strategi, Samsung akan Alihkan Produksi Ponsel ke Indonesia

IDXChannel - Samsung Electronic dikabarkan akan mengubah strategi produksi ponsel secara global. Diketahui, Samsung Electronic akan memindahkan basis produksi smartphone yang ada di Vietnam ke negara lain.

Mengutip Indian Times, Selasa (23/11/2021), negara yang disebut-sebut akan menjadi lokasi pabrik “baru” Samsung dari Vietnam, yaitu Indonesia dan India.

Menurut sebuah laporan, dikatakan Samsung akan memperluas kapasitas produksinya di pabrik India menjadi 93 juta unit per tahun pada 2022, dari 60 juta unit per tahun saat ini, dengan biaya USD90 juta.

Sementara, pabriknya di Indonesia akan meningkatkan kapasitas menjadi 18 juta unit per tahun selama jangka waktu yang sama, dengan investasi USD50 juta.

Hingga saat ini, lokasi produksi ponsel pintar Samsung masih di dominasi oleh Vietnam. Setidaknya terdapat dua tempat yang dijadikan basis produksinya, yakni Provinsi Bac Ninh (SEV) dan Provinsi Thai Nguyen (SEVT).

Samsung saat ini memiliki kapasitas untuk memproduksi 182 juta unit smartphone per tahun di pabriknya di Vietnam, terhitung 61% dari total produksinya pada tahun 2020. Setelah pembatasan selesai, Vietnam akan menyumbang 50% dari produksi smartphone Samsung, diikuti oleh India (29%), dan Indonesia (6%).

Lebih lanjut, Samsung mengambil langkah-langkah ini karena meningkatnya biaya tenaga kerja di Vietnam dan juga kasus Covid-19 yang memaksa Samsung untuk menutup fasilitasnya di negara tersebut. Selain itu, vendor asal Korea Selatan itu juga ingin mengurangi ketergantungannya pada Vietnam. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD