"Tujuan kami bukanlah untuk memutuskan hubungan dengan China, tetapi untuk melakukan penyeimbangan kembali," kata Sejourne.
Menanggapi komentar tersebut, Kementerian Luar Negeri China menuduh UE memanipulasi data untuk membenarkan klaim perdagangan yang tidak seimbang.
Beijing memperingatkan akan mengambil tindakan untuk melindungi hak dan kepentingannya, termasuk melancarkan aksi balasan. (Wahyu Dwi Anggoro)