AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Update Level PPKM Bakal Setiap Minggu, Luhut: Asesmen Kembali Seminggu Sekali

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Minggu, 16 Januari 2022 19:04 WIB
Menko Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah akan terus menerapkan PPKM leveling dalam menghadapi varian omicron dan diupdate per minggu.
Update Level PPKM Bakal Setiap Minggu, Luhut: Asesmen Kembali Seminggu Sekali (Dok.MNC Media)
Update Level PPKM Bakal Setiap Minggu, Luhut: Asesmen Kembali Seminggu Sekali (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah akan terus menerapkan PPKM leveling dalam menghadapi varian omicron. Dia juga memastikan pemerintah akan terus memantau secara ketat perkembangan kasus yang disebabkan oleh varian omicron.

“Pemerintah hari ini akan terus melakukan pemantauan secara ketat terhadap perkembangan dan lonjakan kasus yang disebabkan oleh omicron. Hari ini saya menegaskan bahwa pemerintah akan tetap menggunakan PPKM level berbasis pengetatan masyarakat,” katanya dalam konferensi persnya, Minggu (16/1/2021).

Dia mengatakan bahwa asesmen level PPKM yang sebelumnya dua minggu sekali akan berubah seminggu sekali. Hal ini dilakukan untuk memantau perkembangan omicron yang terus meningkat.

Dengan keputusan ini maka level PPKM setiap daerah bisa berubah setiap minggu.

“Selain itu pemerintah juga akan kembali melakukan asesmen PPKM yang dievaluasi setiap minggunya. Dan menghapus asesmen dua minggu semata-mata untuk mengikuti perkembangan kasus omicron yang diprediksi meningkat sangat cepat ini,” ujarnya.

Seperti diketahui setelah berminggu-minggu pada tanggal 15 Januari kemarin kasus harian mencapai 1.054. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD