AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.36
-0.62%
-3.33
IHSG
7093.28
-0.51%
-36.00
LQ45
1005.79
-0.62%
-6.25
HSI
20040.86
-0.67%
-134.76
N225
28804.96
-0.23%
-66.82
NYSE
15794.33
-0.06%
-10.05
Kurs
0
0
Emas
0 / gram

Usai Tesla, Ford Bakal Kunjungi Indonesia 20 Juni 2022

ECONOMICS
Azfar Muhammad
Jum'at, 10 Juni 2022 08:18 WIB
Luhut bahkan menilai pembicaraan dengan Ford lebih maju dibanding Tesla. Ford menanamkan modalnya di tanah air untuk industri mobil listrik.
Usai Tesla, Ford Bakal Kunjungi Indonesia 20 Juni 2022 (FOTO:MNC Media)
Usai Tesla, Ford Bakal Kunjungi Indonesia 20 Juni 2022 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, salah satu produsen mobil asal Amerika Ford akan berkunjung ke Indonesia tanggal 20 Juni 2022 mendatang. 

Hal tersebut disampaikan oleh Menko Luhut dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR, Kamis (09/6/2022). 

“Ford itu akan datang tanggal 20 Juni jadi kebetulan dicover oleh saya mereka semuanya mau end to end Karena mereka tahu sekarang yang paling bisa itu Indonesia,”papar Menko Luhut dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR, Dikutip Jumat (10/6/2022). 

Luhut menambahkan kawasan industri di Kalimantan Utara saat ini merupakan industri dalam bentuk end-to-end clean energy dan menjadi nilai tersendiri bagi Indonesia di mata produsen otomotif listrik.

"Kalau mau bikin pabrik yang clean energy, yang end to end dapat green produk, the best place to go is Indonesia, nggak ada yang lain," sambung Luhut.

Luhut bahkan menilai pembicaraan dengan Ford lebih maju dibanding Tesla. Ford menanamkan modalnya di tanah air untuk industri mobil listrik.

Lebih lanjut Luhut menuturkan, Indonesia memiliki kebutuhan mumpuni untuk Ford dan Tesla berinvestasi di Indonesia. Sebab di Kalimantan Utara telah dibangun sumber energi untuk operasionalnya.

“Di Kalimantan Utara itu kita membuat 265 giga watt hour untuk kita bisa menghasilkan energi dan itu akan bisa memproduksi 3 juta mobil. Dan itu adalah end to end clean energy,” tandasnya.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD