AALI
8850
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4330
ACES
635
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8475
ADMG
167
ADRO
3850
AGAR
308
AGII
2350
AGRO
615
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
105
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1580
AKRA
1305
AKSI
322
ALDO
700
ALKA
290
ALMI
400
ALTO
172
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.02
-1.46%
-7.89
IHSG
7072.03
-1.48%
-106.56
LQ45
1010.69
-1.46%
-14.94
HSI
17835.35
-0.55%
-97.92
N225
26448.89
-2.6%
-704.94
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
791,977 / gram

Vaksin Moderna Diklaim Aman untuk Anak 6-11 Tahun

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Selasa, 26 Oktober 2021 08:39 WIB
Kabar baik bagi para orang tua, vaksin moderna dengan dosis rendah diklaim aman dan bekerja dengan baik pada anak usai 6-11 tahun.
Vaksin Moderna Diklaim Aman untuk Anak 6-11 Tahun (FOTO: MNC Media)
Vaksin Moderna Diklaim Aman untuk Anak 6-11 Tahun (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kabar baik bagi para orang tua, vaksin moderna dengan dosis rendah diklaim aman dan bekerja dengan baik pada anak usai 6-11 tahun. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA)  belum memberikan lampu hijau.

Menurut laporan STAT News, para peneliti vaksin Covid-19 Moderna menguji dua suntikan vaksin untuk anak berusia 6 hingga 11 tahun yang diberikan dengan jarak 1 bulan. Dosis yang dipakai adalah setengahnya dosis orang dewasa.

Hasil awal menunjukkan bahwa anak-anak yang divaksin mengembangkan antibodi penangkal virus yang angkanya sama dengan apa yang muncul pada tubuh orang dewasa yang divaksin dosis lengkap.

Penelitian ini melibatkan 4.753 anak berusia 6 hingga 11 tahun. Moderna pun terbuka mengenai efek samping, bahwa sama seperti orang dewasa, pada anak-anak juga muncul KIPI pasca-vaksinasi, termasuk kelelahan, sakit kepala, demam, dan nyeri di tempat suntikan.

Penelitian ini masih cukup kecil skalanya untuk menemukan efek samping yang sangat langka, seperti peradangan jantung yang kadang terjadi pada kasus penerima vaksin Moderna maupun Pfizer. Kasus semacam itu diketahui banyak dialami pria muda.

Sayangnya, Moderna tidak menuliskan rincian lebih lanjut mengenai temuannya itu dan belum menyerahkan data ini ke jurnal ilmiah. Meski begitu, mereka berencana membagikan hasil sementara ini ke FDA dan regulator global dalam waktu dekat.

"Studi masih berlangsung dan peneliti belum bisa menghitung efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi pada anak-anak, kecuali ada kasus Covid-19 yang cukup untuk membandingkan tingkat antara peserta yang divaksin dengan yang tidak," terang laporan STAT News. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD