AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Vaksin Nusantara Tunggu Publikasi Uji Klinis Fase 2, Diklaim Bisa Jadi Booster

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Kamis, 07 Oktober 2021 06:55 WIB
Vaksin Nusantara sedang menunggu publikasi dari hasil uji klinis tahap 2.
Vaksin Nusantara sedang menunggu publikasi dari hasil uji klinis tahap 2. (Foto: MNC Media)
Vaksin Nusantara sedang menunggu publikasi dari hasil uji klinis tahap 2. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Setelah sempat menghilang, nasib vaksin Nusantara yang dikembangkan Mantan Menteri Kesehatan, dr. Terawan Agus Putranto, mulai mendapatkan titik terang. Saat ini vaksin karya anak bangsa ini sedang menunggu publikasi dari hasil uji klinis tahap 2 yang telah mereka lakukan. 

Anggota Tim Vaksin Nusantara, Mayor Jenderal TNI (Purn) dr Daniel Tjen Sp.S, menjelaskan bahwa saat ini vaksin Nusantara telah mengalami kemajuan, utamanya adalah hasil publikasi untuk tahap 2. Ia pun mengaku siap apabila vaksin ini lolos dan maju ke tahap selanjutnya. 

“Vaksin ini dikembangkan, dan pada saat awal kita sudah lakukan uji klinis fase 1 di Semarang kemudian uji coba terbatas fase 2 sedang kita tunggu publikasinya. Apabila sudah ada izin kita akan lanjutkan uji klinis fase 3,” kata Daniel Tjen, dalam diskusi virtual yang digelar pada Rabu (6/10/2021). 

Daniel menambahkan apabila uji klinis ini berhasil, maka vaksin Nusantara bisa menjadi salah satu pilihan untuk penguat vaksin Covid-19 yang aman. Vaksin ini juga bisa dikombinasikan dengan segala platform jenis vaksin lainnya. 

“Pendekatan platform sel dendritik ini lebih banyak kita mengacu pada sel T memorinya. Jadi besar harapan kita karena sifat sel dendritik imunoterapi itu untuk memperkuat imunitas maka kuat digunakan untuk menjadi vaksin booster apa pun," tuntasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD