AALI
10225
ABBA
474
ABDA
0
ABMM
1650
ACES
1405
ACST
262
ACST-R
0
ADES
2540
ADHI
1095
ADMF
7875
ADMG
240
ADRO
1765
AGAR
344
AGII
1530
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
214
AHAP
64
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4650
AKSI
570
ALDO
755
ALKA
246
ALMI
240
ALTO
294
Market Watch
Last updated : 2021/10/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.30
0.5%
+2.54
IHSG
6656.94
0.47%
+31.24
LQ45
965.04
0.39%
+3.72
HSI
26038.27
-0.36%
-93.76
N225
29106.01
1.77%
+505.60
NYSE
17169.07
0.27%
+46.83
Kurs
HKD/IDR 1,818
USD/IDR 14,150
Emas
818,997 / gram

Diklaim Ampuh 100 Persen Bunuh Covid-19, Ini Fakta Vaksin Nusantara

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Senin, 20 September 2021 08:56 WIB
Belum ada satupun hasil penelitian yang sudah direview dan dipublikasi mengenai keamanan, efektivitas, dan penggunaan vaksin nusantara.
Ilustrasi Vaksin Covid-19

IDXChannel - Beredar kabar yang menyatakan bahwa vaksin nusantara diklaim 100 persen aman dan ampuh dalam melawan Covid-19. Alhasil masyarakat menjadi bingung untuk memilih vaksin Nusantara atau vaksin import.

Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i memastikan bahwa kabar tersebut adalah hoax atau tidak benar. Sebab, hingga saat ini belum ada satupun hasil penelitian yang sudah dipublikasikan mengenai vaksin nusantara.

"Belum ada satupun hasil penelitian yang sudah direview dan dipublikasi mengenai keamanan, efektivitas, dan penggunaan vaksin nusantara," tulis unggahan dr. Fajri.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dalam uji klinis, vaksin nusantara masih sangat terbatas. Teknologi yang digunakan oleh vaksin nusantara ini dipelopori oleh pabrik bioteknologi Amerika Serikat yaitu Aivita. Perusahaan tersebut selama ini mengembangkan teknologi sel dendritik untuk kanker.

Meskipun demikian, hipotesis mengenai sel dendritik ini berpotensial sebagai strategi terapi pada infeksi Covid-19.

Terkait dengan hasil uji klinis vaksin Nusantara, menyebut bahwa hasil uji klinis fase pertama di Jawa selama Desember 2020 didapatkan 70 persen dari 28 partisipan mengalami efek samping seperti hipernatremia, peningkatan ureum, dan kolesterol. 

Selain itu ditemukan pula adanya masalah di praktik laboratorium dan data yang tidak konsisten sehingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak menyetujui dilanjutkannya uji klinik fase 2.

Suatu vaksin dapat dinyatakan ampuh dan aman hanya setelah lolos dari uji klinis fase 3. Sementara vaksin Nusantara belum lolos tahapan tersebut. Selain itu, suatu vaksin tidak dapat dinyatakan ampuh dan aman hanya karena teori, dugaan, hipotesis maupun testimoni dari pihak-pihak tertentu. (NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD