AALI
12000
ABBA
184
ABDA
6250
ABMM
3050
ACES
980
ACST
157
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
685
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1970
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26677.80
-0.26%
-70.34
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,471 / gram

Vaksin Pfizer dan Astrazeneca Manjur Lawan Varian Delta

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 23 Juli 2021 13:45 WIB
Sebuah laporan terbaru menunjukkan bahwa dua suntikkan Vaksin Covid Pfizer dan Astrazeneca efektif dalam melawan Virus Corona Varian Delta dan Alpha.
Vaksin Pfizer dan Astrazeneca Manjur Lawan Varian Delta (FOTO: MNC Media)
Vaksin Pfizer dan Astrazeneca Manjur Lawan Varian Delta (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Sebuah laporan terbaru menunjukkan bahwa dua suntikkan Vaksin Covid Pfizer dan Astrazeneca efektif dalam melawan Virus Corona Varian Delta dan Alpha.

Mengutip program 1st Session Closing Market IDX Channel, Jumat (23/7/2021), berdasarkan laporan Reuters, sebuah studi yang dipublikasikan di New England Journal Of Medicine. Menunjukkan vaksin Pfizer ampuh hingga 88 persen melawan varian Delta Covid-19. Sementara, vaksin Astrazeneca juga ampuh hingga 67 persen.

Penelitian ini melibatkan berbagai institusi di Inggris, Public Health England, London School Of Hygiene And Tropical Medicine, Imperial College London, Guy's And St. Thomas' Hospital NHS Trust, hingga Universitas Oxford.

Hasil pemberian dua dosis juga ditegaskan lebih ampuh. Pasalnya, satu vaksin Pfizer hanya ampuh 36 persen melawan varian Delta bergejala, sementara Astrazeneca hanya sekitar 30 persen.

Hal ini juga ikut mengkonfirmasi klaim organisasi kesehatan dunia (WHO). Sebelumnya lembaga itu menyebut vaksin-vaksin yang disetujui badan tersebut, termasuk Pfizer dan Astrazeneca mampu melawan varian baru Covid-19 terutama Delta.

Varian Delta pertama kali ditemukan di India sementara varian Alpha di Inggris, kedua varian Covid yang baru ini memang diketahui memiliki tingkat penyebaran yang cukup tinggi. Menurut laporan PHE, penularan Delta tiga kali lebih menular dibandingkan varian pertama virus Covid-19. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD