AALI
8250
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1285
ACES
1325
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2470
ADHI
700
ADMF
7600
ADMG
232
ADRO
1325
AGAR
386
AGII
1805
AGRO
2660
AGRO-R
0
AGRS
234
AHAP
58
AIMS
424
AIMS-W
0
AISA
214
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
3590
AKSI
410
ALDO
655
ALKA
224
ALMI
238
ALTO
336
Market Watch
Last updated : 2021/07/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
443.87
0.07%
+0.33
IHSG
6120.73
0.53%
+32.20
LQ45
832.75
0.25%
+2.05
HSI
26315.32
3.3%
+841.44
N225
27782.42
0.73%
+200.76
NYSE
16573.56
0.32%
+52.60
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
846,128 / gram

Varian Baru Covid-19 Masuk RI, Epidemolog Ungkap Dua Kesalahan Besar Pemerintah

ECONOMICS
Erfan Maruf
Senin, 14 Juni 2021 21:03 WIB
Indonesia dinilai terlalu longgar dalam menerapkan protokol kesehatan dan tak menerapkan aturan WHO.
Indonesia dinilai terlalu longgar dalam menerapkan protokol kesehatan dan tak menerapkan aturan WHO. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI) Masdalina Pane menyebut ada dua kesalahan besar Indonesia hingga terjadi peningkatan angka masyarakat terpapar Covid-19 varian baru. Indonesia dinilai terlalu longgar dan tak menerapkan aturan WHO

Dia menyebut dua kesalahan besar kebijakan Indonesia yang pertama yaitu waktu karantina bagi masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar negeri ditetapkan hanya lima hari. 

"Sebenarnya ada dua kesalahan besar kita tahun ini, surat edaran Satgas tentang karantina lima hari untuk pelaku perjalanan luar negeri yang menyebabkan masuknya varian baru ke Indonesia," kata Masdalina kepada MNC Portal, Senin (14/6/2021). 

Kesalahan kedua yakni kebijakan keputusan menteri kesehatan tentang test lacak dan isolasi yang hanya memerlukan waktu 5 hari jika tidak dinyatakan reaktif. Hal itu dinilai fatal karena kebijakan itu dibuat tanpa ada kajian yang sudah ditetapkan WHO kantina selama 14 hari. 

"Kesalahan pada kepmenkes tentang test lacak dan isolasi, terutama pada entry point hari 1 test dan exit test hari ke-5. Ini kesalahan besar, singapore 3 minggu," jelasnya. 

Dia mengaku heran atas dua kebijakan yang diambil oleh Indonesia. Seharusnya dua kebijakan tersebut segera dikaji ulang. "Nggak ngerti lagi saya dengan kebijakan Kemenkes dan Satgas ini," pungkasnya. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD