Dengan kenaikan Vietnam dan Filipina, saat ini terdapat lima negara ASEAN yang memiliki pendapatan menengah atas ke atas bersama Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Vietnam bahkan disebut sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia dan menargetkan pertumbuhan tahunan dua digit pada 2026 yang sebagian didorong oleh serangkaian reformasi yang ramah bisnis dan dorongan investasi infrastruktur besar-besaran.
Namun, Filipina diperkirakan menghadapi jalan yang lebih sulit di masa depan. Negara ini memangkas target pertumbuhan ekonominya dari 2026 hingga 2030 karena ketegangan di Timur Tengah dan fenomena cuaca El Nino yang intens.
Sebagai negara dengan status berpenghasilan menengah ke atas, pemerintah Vietnam dan Filipina akan mendapat akses keuangan yang lebih terbatas dari pendanaan pembangunan.
Filipina misalnya yang selama ini mendapatkan pinjaman dengan suku bunga di bawah pasar untuk membantu membiayai infrastruktur, pemulihan bencana, dan program-program sosial.
"Intinya, semakin tinggi peringkat Anda dalam klasifikasi tersebut, semakin mandiri Anda dan mampu memenuhi kebutuhan serta sumber daya Anda sendiri sebagai sebuah negara, termasuk dari segi fiskal," kata Kepala Ekonom Union Bank of the Philippines Ruben Carlo Asuncion.
(Nur Ichsan Yuniarto)