AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Wagub Ariza Klaim Tidak Ada Pasien Omicron di Jakarta yang Meninggal

ECONOMICS
Indra Purnomo
Rabu, 05 Januari 2022 18:40 WIB
Wagub Ariza mengklaim bahwa tidak ada pasien Covid-19 varian baru Covid-19 dengan kode B.1.1.529 atau Omicron yang meninggal dunia di Jakarta hingga hari ini. 
Wagub Ariza Klaim Tidak Ada Pasien Omicron di Jakarta yang Meninggal
Wagub Ariza Klaim Tidak Ada Pasien Omicron di Jakarta yang Meninggal

IDXChannel - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim, bahwa tidak ada pasien Covid-19 varian baru Covid-19 dengan kode B.1.1.529 atau Omicron yang meninggal dunia di Jakarta hingga hari ini. 

"Alhamdulillah di DKI Jakarta Covid-19 cukup terkendali sekalipun beberapa hari ini ada peningkatan Omicron, kita bersyukur tidak ada yang meninggal kasus Omicron di Jakarta," ujar pria yang biasa disapa Ariza ini di Gedung DPRD DKI, Rabu (5/1/2022). 

Ariza pun berharap kasus Covid-19 ini segera turun. Oleh sebab itu, lanjutnya, semua ini tergantung kepada diri masing-masing dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Dia berujar, pemerintah sudah membuat regulasi terkait Covid-19 maupum varian baru Omicron. Dia pun meminta semunya pihak agar patuh terhadap prokes. 

Ariza juga menjelaskan, bahwa pasien Omicron saat ini tidak memiliki gejala separah varian Delta. Dia mengatakan, pasien Omicron ada yang tidak memiliki gejala sama sekali. seperti batuk atau pilek. 

"Tapi penyebarannya lebih cepat dari varian Delta, tidak membahayakan seperti varian Delta tapi tetap tidak boleh dianggap enteng ya," jelasnya. 

Lebih lanjut, Ariza mengatakan, bed occupancy rate (BOR) pasien Covid-19 meningkat menjadi 7 persen. Hal itu seiring melonjaknya kasus aktif Covid-19 ditambah varian Omicron. 

"Perlu kami sampaikan bahwa BOR sekarang meningkat menjadi 7 persen dan ICU menjadi 5 persen yang sebelumnya BOR turun 4 persen sekarang meningkat 7 persen. Ini menjadi perhatian kita bersama," ucapnya. 

Belakangan hari ini, kata dia, kasus Covid-19 kian melonjak. Meski jumlahnya tidak signifikan, kata dia, tetapi hal itu tetap harus diwaspadai. 

"Ya itu salah satunya, tapi kan positifnya hari ini juga meningkat ya. jadi 115 ada peningkatan dari yang sebelumnya 108, 110, 97 jadi memang ada peningkatan positif beberapa hari ini," katanya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD