AALI
12250
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
3000
ACES
975
ACST
157
ACST-R
0
ADES
5950
ADHI
685
ADMF
8100
ADMG
179
ADRO
3200
AGAR
330
AGII
2000
AGRO
930
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1005
AKSI
280
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.27
1.51%
+8.07
IHSG
6914.14
1.07%
+73.37
LQ45
1015.93
1.33%
+13.36
HSI
20112.10
-1.75%
-357.96
N225
26748.14
-0.94%
-253.38
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,358 / gram

Wah! ESDM Temukan Potensi Mineral Super Langka di Lumpur Lapindo

ECONOMICS
Athika Rahma
Jum'at, 21 Januari 2022 15:42 WIB
Badan Geologi, Kementerian ESDM menemukan potensi kandunan logam tanah jarang (rare earth element)  di lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur.
Wah! ESDM Temukan Potensi Mineral Super Langka di Lumpur Lapindo (FOTO: Dok MNC Media)
Wah! ESDM Temukan Potensi Mineral Super Langka di Lumpur Lapindo (FOTO: Dok MNC Media)

IDXChannel - Badan Geologi, Kementerian ESDM menemukan potensi kandunan logam tanah jarang (rare earth element)  di lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur. Tanah Jarang merupakan mineral super langka dan banyak dimanfaatkan untuk industri teknologi tinggi di dunia.

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono mengatakan, studi untuk mempelajari kandungan logam ini sudah dimulai sejak 2020.

"Jadi memang kami di tahun 2020 melakukan kajian logam tanah jarang ini dengan Puslitbang tekMIRA (Teknologi Mineral dan Batu bara) dan ini baru selesai akhir 2021," ujar Eko dalam konferensi pers, Jumat (21/1/2022).

Dari hasil studi itu, lanjut Eko, terdapat indikasi adanya logam tanah jarang yang sangat langka. Namun, jumlahnya belum diketahui karena pihaknya masih mengintegrasikan temuan dengan Puslitbang tekMIRA Kementerian ESDM.

"Hasilnya masih dalam proses, ini kan baru selesai tahun 2021, jadi kalau sudah selesai menyeluruh akan disampaikan. Ini perlu ada integrasi data jika sudah selesai mudah-mudahan bisa diketahui berapa jumlah logam tanah jarang di Sidoarjo ini," jelasnya.

Menurut Eko, selain logam tanah jarang, sebenarnya terdapat logam critical raw material (CRM) yang juga ditemukan di sana. Bahkan, jumlahnya diindikasi lebih besar dibanding logam tanah jarang itu sendiri.

CRM sendiri adalah mineral mentah yang sangat penting untuk industri, contohnya bauksit, cobalt, antimoni, baryte dan lainnya.

Sebelumnya, Eko menyebutkan pihaknya melakukan studi di 9 lokasi untuk mengidentifikasi logam tanah jarang pada 2020. Salah satu lokasi yang ternyata menunjukkan adanya potensi logam ini adalah lumpur Lapindo.

Sementara, mengutip data Pusat Sumber Daya Mineral Batu bara dan Panas Bumi (PSDMBP) Badan Geologi, terdapat 28 lokasi yang memiliki potensi logam tanah jarang, dengan rincian 16 lokasi di Sumatera, 7 lokasi di Kalimantan, 3 lokasi di Sulawesi dan 2 lokasi di Jawa. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD