AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Wahana Wisata di Lembang Bandung Belum Dibuka, Ini Penyebabnya

ECONOMICS
Adi Haryanto
Sabtu, 16 Oktober 2021 20:59 WIB
Pengelola objek wisata di kawasan Lembang masih belum berani membuka wahana wisata karena menunggu konfirmasi dari Kemenparekraf.
Wahana Wisata di Lembang Bandung Belum Dibuka, Ini Penyebabnya (Dok.MNC Media)
Wahana Wisata di Lembang Bandung Belum Dibuka, Ini Penyebabnya (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Pengelola objek wisata di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih belum berani membuka wahana wisata meskipun pengunjung sudah banyak yang berdatangan.

Mereka masih berkomitmen hanya membuka restoran dan tempat makan sesuai yang diinstruksikan pemerintah dengan pembatasan pengunjung 25% dari kapasitas tempat yang tersedia untuk menghindari kerumunan. 

"Yang datang ke sini mulai ada peningkatan, tapi kami hanya membuka resto dan foodcourt untuk makan sambil liat hewan. Kalau untuk wahana dan permainan belum buka sesuai instruksi pemerintah," kata Manager Operasional Lembang Park and Zoo Iwan Susanto, Sabtu (16/10/2021).

Iwan mengatakan pengunjung yang masuk ke Lembang Park and Zoo langsung diarahkan ke restoran yang totalnya ada empat lokasi di dalam kawasan. Pihaknya untuk saat ini hanya menawarkan pengalaman menikmati makanan sambil melihat harimau dari balik kaca atau binatang di ruang terbuka. 

Tempat wisatanya saat ini oleh Disparbud KBB dan PHRI menjadi salah satu dari lima wisata yang diusulkan ke Kemenparekraf untuk bisa melakukan uji coba buka di masa PPKM Level 3 ini. Namun hingga kini masih belum ada jawaban dari Kemenparekraf sehingga masih menunggu informasi tersebut.

"Kami masih nunggu jawaban yang kemungkinan minggu depan ada hasilnya. Kalau dibolehkan buka, kami siap karena sarana prokes lengkap, karyawan sudah divaksin 100%, serta telah mengantongi sertifikat CHSE," sebutnya.

Sejauh ini, kata Iwan, tempat wisatanya yang baru beroperasi setahun sangat merasakan imbas pandemi COVID-19. Pasalnya saat dilaunching saat itu sudah pandemi namun belum banyak kasus yang muncul. Akan tetapi beberapa bulan setelah itu harus tutup total dan mencoba bertahan karena harus mengurus sekitar 531 binatang dari 89 jenis. 

"Ya kita bertahan di tengah pandemi, karena untuk makan satwa per bulan saja membutuhkan biaya Rp150 juta. Kini setelah setahun berlalu, berharap pandemi segera berlalu dan aktivitas wisata normal lagi," harapnya. 

Salah satu wisatawan asal Bandung Nabila Zalma (18) mengaku selama PPKM Level 3 baru kali ini datang ke objek wisata yang ada di Lembang. Keberanian itu karena sudah ada tren penurunan kasus COVID-19. "Liburan ke Lembang baru kali ini sejak awal PPKM karena takut. Tapi pastinya kita selalu jaga prokes dan sudah divaksinasi," imbuhnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD