AALI
8425
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1250
ACES
1310
ACST
246
ACST-R
0
ADES
2720
ADHI
885
ADMF
7675
ADMG
218
ADRO
1400
AGAR
368
AGII
1395
AGRO
2300
AGRO-R
0
AGRS
246
AHAP
68
AIMS
342
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3990
AKSI
422
ALDO
715
ALKA
292
ALMI
238
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/09/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
458.78
1.26%
+5.72
IHSG
6108.27
0.78%
+47.51
LQ45
862.18
1.23%
+10.45
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16184.50
0.1%
+16.33
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,240
Emas
814,120 / gram

Warga Arab Saudi Boleh Liburan ke Luar Negeri, Tapi Syaratnya

ECONOMICS
Suci Wulandari
Kamis, 06 Mei 2021 07:50 WIB
Arab Saudi telah mengizinkan warganya yang sudah divaksinasi dan pulih dari penyakit Covid-19 untuk dapat bepergian ke luar negeri mulai 17 Mei mendatang.
Warga Arab Saudi Boleh Liburan ke Luar Negeri, Tapi Syaratnya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi telah mengizinkan warganya yang sudah divaksinasi dan pulih dari penyakit Covid-19 untuk dapat bepergian ke luar negeri mulai 17 Mei mendatang. 

Keputusan pemerintah ini disambut baik oleh warga Saudi. Selain itu, kementerian juga memperingatkan warga Saudi untuk berhati-hati dan mengikuti pedoman protokol kesehatan saat bepergian. 

Dikutip dari laman Arab News, orang-orang yang dapat bepergian ini harus memenuhi syarat tertentu, seperti sudah divaksinasi penuh atau telah menerima dosis pertama setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan. 

Berdasarkan informasi yang diberikan di aplikasi Tawakkalna, warga yang terjangkit virus corona harus sudah pulih setidaknya enam bulan sebelum melakukan perjalanan. Sedangkan anak-anak yang berusia antara delapan dan 18 tahun dibebaskan dari aturan vaksinasi, tetapi harus menunjukkan asuransi perjalanan dari Bank Sentral Saudi (SAMA) yang akan memastikan perawatan medis Covid19. 

Meskipun kementerian Arab Saudi memberikan kelonggaran dengan diperbolehkannya warga Saudi untuk bepergian, tentu saja ini dikembalikan lagi kepada warga Saudi. Apakah mereka dapat menjaga kepercayaan yang diberikan. 

“Itu semua tergantung pada apakah orang-orang menjaga pedoman pemerintah, memakai masker dan tidak terlalu banyak bergaul dalam pertemuan sosial,” kata penulis dan penasihat masalah sosial Mona Salahuddin Al-Munajjed, seperti yang diwartakan oleh Arab News. 

Al-Munajjed juga menambahkan, adanya keputusan ini membuktikan bahwa pemerintah mempercayai rakyatnya, yang pada saat yang sama harus memenuhi semua persyaratan. Kepercayaan tersebut harus dijaga agar mencegah datangnya bahaya virus yang akan menyerang dari luar perbatasan Arab Saudi. 

Negara-negara yang telah dilanda virus ini seperti Eropa, India, dan banyak negara lainnya. Al-Munajjed memuji langkah baik sebagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangani pandemi melalui tindakan tepat waktu untuk menahan penyebaran, termasuk melakukan vaksinasi terhadap sekitar 10 juta orang. 

Penasihat dan profesor hukum Institut Administrasi Publik di Riyadh Osama Ghanem Al-Obaidy mengatakan bahwa dicabutnya kebijakan batasan perjalanan ini menjadi hal yang melegakan bagi warga Saudi, terutama bagi mereka yang sering bepergian ke luar negeri. Namun dengan adanya syarat harus divaksin sebelum melakukan perjalanan, membuat orang-orang buru-buru untuk divaksin. 

Dibukanya perjalanan ke luar negeri ini, menurut Al-Obaidy adalah tindakan yang berdampak positif pada sektor ekonomi regional dan internasional. Hal ini karena turis dan pelancong dari Saudi dikenal dengan turis dengan pengeluaran terbesar yang nantinya akan turut membantu negara-negara tujuannya. 

“Pencabutan larangan (bepergian ke luar negeri) adalah langkah yang disambut baik dan akan membantu industri pariwisata dan agen perjalanan di seluruh negara, serta maskapai penerbangan yang beroperasi ke dan dari negara yang mengalami kerugian besar karena larangan perjalanan,” kata Al-Obaidy. 

Tidak hanya itu, kebijakan yang diambil oleh kementerian Arab Saudi ini juga akan meningkatkan keuntungan biro perjalanan dan perusahaan asuransi yang menawarkan asuransi perjalanan yang disetujui oleh SAMA. 

Menurut Al-Obaidy, biro perjalanan sudah mengalami peningkatan besar dalam permintaan tiket pesawat dan reservasi hotel di tujuan yang dituju oleh pelancong Saudi. Agen Saudi juga memberikan penawaran berbeda untuk perjalanan internasional dan akomodasi di banyak tujuan asing. 

Dia menambahkan, permintaan untuk perjalanan ke luar negeri diperkirakan akan melonjak, terutama menjelang liburan musim panas. 

Analis keuangan Talat Zaki Hafiz mengatakan, terlepas dari adanya kebijakan bahwa pemerintah mencabut larangan perjalanan ke luar negeri, ia yakin seseorang tidak boleh bepergian ke luar negeri kecuali untuk keperluan bisnis yang mendesak atau untuk alasan keluarga. Terutama ke negara-negara yang menderita karena pandemi. 

Hafiz mengatakan, perjalanan yang tidak perlu ke negara-negara yang terkena dampak corona yang parah, dapat membuat para pelancong Saudi terpapar infeksi virus. Mereka juga tidak dapat menerima perawatan medis yang memadai di sana, sedangkan di Arab Saudi, pemerintah akan memberikan pengobatan gratis untuk orang yang terkena virus corona tanpa memandang kewarganegaraan. 

Ia menghargai keputusan pemerintah untuk mencabut larangan bepergian, dan ia yakin orang-orang harus menggunakan dengan bijak demi keselamatan. 

Ahli hukum senior Dr Majed Al-Hedayan mengatakan banyak orang orang yang memilih untuk divaksin sekarang karena vaksin menjadi prasyarat bepergian. Ia menyampaikan bahwa keadaan destinasi wisata yang dituju saat ini tidak sama dengan sebelum pandemi. Oleh karena itu, ia berpesan agar orang-orang tidak mengambil risiko, kecuali untuk pelaksanaan tugas. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD