AALI
8300
ABBA
226
ABDA
7050
ABMM
840
ACES
1370
ACST
240
ACST-R
0
ADES
1970
ADHI
970
ADMF
8175
ADMG
166
ADRO
1310
AGAR
380
AGII
1095
AGRO
1095
AGRO-R
0
AGRS
426
AHAP
66
AIMS
352
AIMS-W
0
AISA
228
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3230
AKSI
480
ALDO
925
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
380
Market Watch
Last updated : 2021/06/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
478.24
-0.14%
-0.66
IHSG
6089.04
0.14%
+8.65
LQ45
895.20
-0.08%
-0.70
HSI
28638.53
-0.71%
-203.60
N225
29441.30
0.96%
+279.50
NYSE
16662.42
-0.2%
-32.51
Kurs
HKD/IDR 1,830
USD/IDR 14,220
Emas
853,049 / gram

Waspada Ibu-ibu, Daging Ayam Berformalin Ditemukan di Pasar Tangerang

ECONOMICS
Isty Maulidya/Okezone
Jum'at, 16 April 2021 08:11 WIB
Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang sudah sering memberikan surat peringatan kepada pedagang tersebut dan melaporkannya kepada PD Pasar.
Petugas Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang memeriksa kandungan zat berbahaya pada daging ayam. (Foto: Isty Maulidya)

IDXChannel - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang menyebutkan bahwa masih banyak pedagang daging yang menggunakan formalin untuk mengawetkan daging. Hal ini diketahui setelah pihak DKP Kota Tangerang mengambil sampel daging di Pasar Anyar, dan hasilnya ada formalin ditemukan di daging ayam potong.

"Saat itu kita ambil sampel dan setelah ketahuan ada formalin kita datangi lagi bersama polisi tapi yang bersangkutan malah sudah hilang," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Abduh Surahman pada Jumat (16/4/2021).

Padahal DKP Kota Tangerang sudah sering memberikan surat peringatan kepada pedagang tersebut dan melaporkannya kepada PD Pasar. Namun, bahan makanan berformalin masih tetap ditemukan setiap digelar inspeksi mendadak. Tak hanya pada daging ayam potong, zat tersebut juga ditemukan di usus ayam, dan kulit ayam.

"Kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian, untuk memproses secara hukum karena formalin dilarang dan termasuk bahan yang sangat berbahaya," tegas Abduh.

Untuk pedagang yang pernah tertangkap basah menjual bahan makanan mengandung formalin akan dipantau khusus oleh petugas.  DKP akan memastikan bahwa pedagang tersebut tidak mengulangi perbuatannya lagi.   Apabila mengulangi, maka lapak akan ditutup permanen.

"Jika masih nekad, maka akan ada penutupan lapak secara permanen. Mereka juga akan dibawa ke pihak berwajib untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tutup Abduh. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD