AALI
8300
ABBA
226
ABDA
7050
ABMM
840
ACES
1370
ACST
240
ACST-R
0
ADES
1970
ADHI
970
ADMF
8175
ADMG
166
ADRO
1310
AGAR
380
AGII
1095
AGRO
1095
AGRO-R
0
AGRS
426
AHAP
66
AIMS
352
AIMS-W
0
AISA
228
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3230
AKSI
480
ALDO
925
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
380
Market Watch
Last updated : 2021/06/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
478.24
-0.14%
-0.66
IHSG
6089.04
0.14%
+8.65
LQ45
895.20
-0.08%
-0.70
HSI
28638.53
-0.71%
-203.60
N225
29441.30
0.96%
+279.50
NYSE
16662.42
-0.2%
-32.51
Kurs
HKD/IDR 1,830
USD/IDR 14,220
Emas
853,049 / gram

Wijaya Karya (WIKA) Incar Ekspor Alat Konstruksi ke Filipina

ECONOMICS
Taufik Fajar/Okezone
Sabtu, 08 Mei 2021 05:32 WIB
Wika sendiri mencatat selama 2 tahun berturut-turut sudah mengekspor Unibridge untuk proyek konstruksi di Filipina
Wijaya Karya (WIKA) Incar Ekspor Alat Konstruksi ke Filipina (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, atau Wika menargetkan akan mengekspor Unibridge ke Filipina pada 2021 ini. Unibridge sendiri merupakan alat yang digunakan dalam proyek konstruksi. 

Wika sendiri mencatat selama 2 tahun berturut-turut sudah mengekspor Unibridge untuk proyek konstruksi di Filipina. Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyebut, upaya ekspor produk dalam negeri tersebut untuk memperluas pasar perusahaan ke kancah global. 

Sebab, secara dominan Unibridge masih difokuskan untuk digunakan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Misalnya, pembangunan proyek Jembatan di Jawa Timur dan jumlah ruas jalan tol.  

"SDA yang di pasang di Jawa Timur. Kemudian sudah sampai ekspor ke Filipina. Sudah berjalan. Dan ke Filipina ada juga saat ini yang dalam tahap bidding," ujar Agung, Jumat (7/5/2021).  

Dia mengklaim Unibridge lebih unggul daripada alat konvensional lainnya. Agung mencontohkan, jika menggunakan alat konvensional dalam pembangunan jembatan, maka kontraktor membutuhkan waktu hingga 10 hari untuk menyambungkan dua balok yang terpisah. Sementara Unibridge hanya membutuhkan waktu maksimal 7 hari saja.  

Dengan begitu, keunggulan Unibridge  adalah efisiensi waktu atau kecepatan dan biaya. Biaya lebih murah dari alat konvensional.  

Agung menyebut, harga Unibridge biasanya disesuaikan dengan permintaan. Misalnya, panjang Unibridge di kisaran 40-60 meter akan berbeda dengan ukuran lainnya.  

"Jembatan (Unibridge) ini betul-betul unik. Pertama, lebih murah dari konvensional. Dua, waktunya bisa lebih cepat dari segi pengerjaan. Unibrigde ini adalah pengganti balok penyambungan," katanya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD