Burhan menjelaskan, pihaknya memposisikan program pelatihan ini sebagai cerminan atas model investasi berkualitas yang dikembangkan di kawasan.
"Investasi yang kami dorong di KEK Industropolis Batang bukan hanya membangun fasilitas produksi, tapi juga membangun kapasitas manusia di dalamnya. Pengiriman tenaga kerja lokal untuk training langsung di negara asal investor menunjukkan adanya transfer teknologi dan knowledge sharing yang nyata. Inilah fondasi daya saing industri jangka panjang," ujar Burhan.
Saat ini, sebagian besar operasional perusahaan dijalankan oleh tenaga kerja lokal, sementara posisi pimpinan proyek dan produksi masih dipegang tenaga kerja asing sebagai bagian dari proses transisi dan alih keahlian. Ke depan, perusahaan menargetkan kemandirian penuh oleh SDM Indonesia.
Program pengiriman tenaga kerja ke China ini memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri strategis yang tidak hanya menarik investasi manufaktur berteknologi, tetapi juga memastikan terjadinya transfer teknologi dan peningkatan daya saing SDM lokal secara berkelanjutan.
Sementara, HRGA Manager PT Ace Medical Products Indonesia, Agnes Galih, menjelaskan bahwa pelatihan dilakukan langsung di fasilitas China karena seluruh sistem produksi, mesin, teknologi, bahan baku, dan trainer masih terpusat di sana.