AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
0.00
-100%
-17099.21
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

XL Axiata (EXCL) dan Smartfren (FREN) Mau Merger? Analis: kalau Cuma Tiga Tak Baik

ECONOMICS
Intan Rakhmayanti Dewi
Rabu, 13 Oktober 2021 20:26 WIB
Kolaborasi dua perusahaan selular kembali akan terjadi di Indonesia. Kali ini dikabarkan induk perusahaan operator seluler XL Axiata dan Smartfren akan merger.
XL Axiata (EXCL) dan Smartfren (FREN) Mau Merger? Analis: kalau Cuma Tiga Tak Baik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kolaborasi dua perusahaan selular kembali akan terjadi di Indonesia. Kali ini dikabarkan induk perusahaan operator seluler XL Axiata dan Smartfren sedang dalam pembicaraan adanya kemungkinan merger di Indonesia.

Mengenai hal ini, Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Ian Yosef M. Edward, menilai aksi konsolidasi operator memang baik secara frekuensi. 

Alasannya karena alokasi frekuensinya menjadi lebih efisien. Namun di sisi persaingan usaha, hal ini sebenarnya tidak ideal. Sebab jika hal itu terjadi hanya ada tiga operator di Indonesia.

"Secara persaingan usaha, kita bilang cuma tiga itu tidak baik. Kalau ada yang kedua yang ketiga menjalin kerja sama. Jadi, sebaiknya ada empat operator," katanya saat diskusi virtual, Rabu (13/10/2021). 

Kendati demikian, secara regulasi hal tersebut memang dimungkinkan. Hanya ia mengingatkan bahwa ada potensi persaingan usaha tidak sehat, meski secara frekuensi menjadi lebih efisien.

Isu konsolidasi XL Axiata dan Smartfren ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg. Berdasarkan sumber anonim, induk kedua perusahaan, yakni Axiata Group Bhd dan Sinar Mas Group disebut tengah melakukan penjajak mengenai kemungkinan merger layanan milik mereka di Indonesia.

Kabar merger ini muncul tak lama setelah Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 (Tri) Indonesia bergabung. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD